Terlibat Kasus Narkoba, Oknum Anggota Polisi di Belitung Terancam Hukuman Mati

by -
Terlibat Kasus Narkoba, Oknum Anggota Polisi di Belitung Terancam Hukuman Mati
Aipda Hendri saat diperiksa di Kejaksaan Negeri Belitung, Rabu (16/6) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Aipda Hendri (38) oknum anggota polisi yang diduga terlibat kasus narkoba terancam hukuman mati. Berkas tersangka dan barang bukti telah diserahkan BNN Provinsi Bangka Belitung (Babel) ke Kejaksaan Negeri Belitung, Rabu (16/6).

Selain oknum anggota polisi tersebut, BNN Provinsi Babel juga menyerahkan dua tersangka lainnya. Yakni pria bernama Andi (39) dan Luki (26) yang merupakan Belitung. Keduanya warga sipil yang merupakan rekan dari Hendri.

Plt Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung, Tri Agung Santoso mengatakan, saat ini ketiga tersangka sudah resmi menjadi tahanan kejaksaan. Mereka juga sudah dititipkan ke sel tahanan Polres Belitung selama 20 hari ke depan.

Tri Agung menjelaskan, peristiwa ini penangkapan narkoba terjadi pada pertengahan Februari 2021 lalu. Saat itu, BNN Provinsi Babel datang ke Belitung untuk melakukan penggerebekan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan.

Pada waktu itu adanya indikasi dugaan penyalahgunaan narkoba. Setelah diintai, akhirnya anggota BNN Babel langsung melakukan penyergapan di salah satu kapal. Hingga akhirnya tiga orang tersangka itu tertangkap basah.

Dari tangan tersangka, BNN Provinsi Babel mengamankan narkoba jenis sabu sebanyak kurang lebih 114,36 gram. Setelah itu, ketiganya digiring ke BNN Kabupaten Belitung, lalu keesokan harinya dibawa ke Pangkalpinang.

Kemudian ketiganya ditetapkan sebagai tersangka. Lalu berkas tahap satu para tersangka dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung. “Berhubung lokasi kejadian di Belitung, maka untuk proses tahap dua (penyerahan tersangka, berkas dan barang bukti) dikirim ke Kejari Belitung. Bahkan sidang nanti di Belitung,” jelasnya.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka dijerat dengan Primair Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 Ayat 2 Juncto Pasal 135 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Yakni, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Untuk barang bukti yang diserahkan ke Kejari Belitung hanya seberat kurang lebih dua gram. Sebab, sisanya sudah dimusnahkan. Bahkan untuk pemusnahan barang bukti itu sudah ada berita acaranya. Dalam waktu dekat berkas akan kita kirim ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan untuk segera disidangkan,” pungkas Tri Agung.

Diberitakan sebelumnya seorang oknum polisi yang bertugas di wilayah hukum Polres Belitung ditangkap oleh jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bangka Belitung (Babel), karena diduga terlibat narkoba.

Berdasarkan informasi yang diterima Belitong Ekspres, oknum aparat penegakan hukum itu ditangkap bersama 2 orang warga sipil di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Tanjungpandan, pada Kamis (18/2) lalu. (kin)