Terperosok di Kolong, Pedagang Air Ini Tenggelam Bersama Mobil

OYO 399 Kelayang Beach Hotel
Terperosok di Kolong, Pedagang Air Ini Tenggelam Bersama Mobil

Proses evakuasi pedagang air yang terjebak dalam mobil terperosok di Kolong Dusun Meranteh Desa Selinsing, Selasa (10/9).

belitongekspres.co.id, GANTUNG – Kemarau panjang di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sejak 3 bulan terakhir menyebabkan kekeringan di berbagai tempat. Para pedagang air keliling pun memanfaatkan musim kemarau tersebut untuk meraup rejeki.

Namun, di antara para pedagang air ini bukannya untung tapi malah buntung. Seperti naas yang dialami Suharto (59). Warga Dusun Ganse RT 18 Desa Gantung, nasibnya berakhir sangat tragis saat mengambil air di kolong eks tambang, Selasa (10/9).

Mobil yang dikemudikannya terperosok ke dalam air kolong sedalam 10 meter, tepatnya di Dusun Meranteh Desa Selinsing Kecamatan Gantung. Terjebak dalam mobil yang tenggelam, pria beranak empat ini ditemukan sudah meninggal dunia.

Petugas Basarnas, BPBD Beltim dan masyarakat berupaya melakukan evakuasi korban kelahiran kulon progo yang masih berada di kabin Suzuki Carry nomor plat BN 8457 XA. Kondisi kedalaman kolong ditambah berlumpur menyebabkan petugas sempat mengalami kesulitan.

Akhirnya sekitar dua jam (dari pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB), upaya evakuasi berhasil. Mobil korban ditarik ke pinggir kolong dengan menggunakan truk Basarnas. Kemudian korban dikeluarkan dari kabin dan dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Beltim.

Baca Juga:  Mobil DLH Beltim Hancur Diseruduk Pick Up, Sekdin Alami Robek 20 cm

Kadus Dusun Ganse Kecamatan Gantung, Zainullah menduga bahwa korban sudah dua hari terjebak dalam mobil yang terperosok. Pasalnya, dia mengaku sejak dua hari terakhir melihat Galon Air Pingguin yang biasa dibawa korban mengapung di kolong tersebut.

“Tangki itu sudah dua hari ini aku lihat juga sudah di situ. Awalnya, tadi pagi jam setengah sebelas ade yang ngisi air juga di sini, awalnya dia tidak curiga. Kemudian dia melihat ada selang dan tangki air (mengapung di kolong),” ungkap Zainullah kepada Belitong Ekspres saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (10/9) petang kemarin.

Kemudian, lanjut Zainul, saksi datang menemuinya. Setelah itu, dia bersama saksi datang memastikan ke lokasi kejadian penemuan galon tersebut. Lalu, untuk memastikan bahwa galon itu milik Suharto, dia mendatangi rumah korban.

“Ternyata benar bahwa tidak ada di rumah, sejak minggu petang korban tak pernah pulang. Pas anaknya korban (Sulis) ke sini langsung nangis, bahwa benar ini bapak aku katanya. Beliau (korban) memang rutin jual air, segalon Rp 50.000,” beber Kadus Ganse.

Baca Juga:  Gasak Hp Pelajar SMP, Congkel Jok Motor yang Terparkir

Korban pergi dan terakhir tidak balik ke rumah pada minggu sore. Namun, lanjut Zainul, anak korban tidak ada yang melapor bahwa ayahnya belum pernah pulang ke rumah sejak sore minggu (8/9) pekan lalu.

Sementara itu, Kapolsek Gantung Iptu Karyadi, SH menyampaikan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan saat korban sedang mengisi air, yang akan disuplay ke masyarakat sehari-hari.

“Dimungkinkan korban itu membawa kendaraannya mungkin agak ke belakang sehingga terperosok masuk ke kolong, dan terjungkal ke dalam air,” terang Iptu Karyadi kepada Belitong Ekspres, Selasa (10/9) petang kemarin.

Awalnya, kata mantan KBO Reskrim Polres Beltim tersebut, kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah mobil pengangkut air terperosok dalam Kolong di Dusun Meranteh.

“Tadi mendapat info dari warga, dan kami langsung ke tempat kejadian, dan kami berkoordinasi dengan Basarnas untuk mengevakuasi korban. Dari data yang dihimpun, kejadian diduga hari Minggu, dari keluarga diketahui siang hari sekitar Pukul 12.00 WIB korban terakhir keluar rumah,” tandasnya.

(Danny Sugara | belitongekspres.co.id)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply