TI Rajuk di DAS Sungai Manggar Telan Korban, Penyambang Tewas Tenggelam

by -
TI Rajuk di DAS Sungai Manggar Telan Korban, Penyambang Tewas Tenggelam
Petugas gabungan saat mengevakuasi penyambang yang tewas tenggelam.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Maraknya TI Rajuk di kawasan mangrove dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar, akhirnya menelan korban jiwa. Korban yakni Dedek Purnadi (21) warga Dusun Gunung Desa Lalang Jaya Kecamatan Manggar, tewas tenggelam usai menyambang timah di ponton TI Rajuk, Rabu (10/6) petang.

Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Ghalih Widyo Nugroho menerangkan, kronologi awal dari kejadian tenggelamnya korban, yaitu pada Rabu (10/6), sekira pukul 16 WIB. Korban bersama 2 orang rekannya melakukan sambang ke tempat TI Rajuk (ngereman). Seperti biasanya, mereka membantu dalam pencucian hasil penambangan timah.

Kemudian pada pukul 19.00 WIB, korban pamitan bersama 2 rekannya untuk pulang. Jarak tempuh antara darat dengan ponton TI Rajuk itu kurang lebih 100 meter. Lalu korban bersama rekannya kembali ke darat dengan berenang, tidak menggunakan alat bantu apapun.

“2 orang temannya berada di depan, dan korban berada di belakang membawa timah,” terang AKP Ghalih Widyo Nugroho kepada Belitong Ekspres saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/6) siang.

Pada saat ditengah perjalanan berenang, korban sempat teriak, menyebutkan bahwa timah hasil pemberian dari TI jatuh. Mendengar teriakan tersebut, teman korban tetap lanjut ke darat. Setelah sampai di darat 2 temannya melihat ke belakang, namun tidak terlihat lagi korban.

“Hingga, 2 orang temannya kembali lagi ke tengah untuk mencari kawannya (korban). Tetapi karena situasi sudah gelap malam, sehingga korban tidak ditemukan. Lalu 2 temannya pulang ke rumah korban. Memberitahukan kepada orang tua dan adiknya, bahwa telah terjadi sesuatu. Yaitu korban telah tenggelam,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut AKP Ghalih, teman korban bersama-sama dengan adiknya kembali melakukan pencarian di lokasi tersebut pada pukul 21.00 WIB. Korban tak kunjung ditemukan. Hngga pada pukul 02.00 dini hari, keluarga dan teman korban kembali melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil.

“Dan tadi pagi, keluarga korban, pihak kepolisian, pihak Basarnas dan masyarakat setempat melakukan pencarian korban di lokasi korban tenggelam. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” jelas Kasat Reskrim.

Korban berhasil dievakuasi, kemudian dibawa ke RSUD Beltim, untuk dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah tersebut. Dari hasil pemeriksaan bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik bekas benda tajam maupun benda tumpul.

“Hanya ditemukan tanda-tanda keluar cairan dari mata, hidung, dan telinga. Untuk sementara dugaan tim medis, korban dinyatakan tenggelam. Dan waktu kematian korban kurang lebih 12 sampai 24 jam,” tandasnya.

Di lokasi kejadian, Kepala Pos Basarnas Belitung Akhmad mengatakan bahwa Basarnas mendapat informasi pukul 06.00 WIB. Bapak dan paman korban langsung ke kantor Basarnas melaporkan bahwa anaknya telah hilang di lokasi penambangan timah.

“Dia berangkat naik sekoci bertiga dengan kawannya. Ketika dia mau pulang dia berenang membawa timah. Kawan yang melihat terakhir dia hilang . Apakah karena timahnya jatuh dia melakukan penyelaman atau apa, itu yang belum kita ketahui,” tutur Akhmad kepada Belitong Ekspres.

Pencaharian dilakukan dengan menurunkan 2 ruber boat. Akhirnya korban berhasil ditemukan. Namun dalam kondisi meninggal dunia. “Di TKP melakukan pencarian dengan teknik sirkel dengan pencarian diobok-obok sehingga lumpur naik. Kami menurunkan 6 personil Basarnas, dan 7 personil dari BPBD,” tukasnya.

Keterangan dari hasil pemeriksaan oleh Tim Ident Polres Beltim bersama Dokter Intan, membenarkan bahwa korban meninggal karena tenggelam.

“Hasil dari pemeriksaan kami, pasien meninggal karena tenggelam. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan benda tajam maupun benda tumpul. Dari mulut keluar cairan kehijauan, cairan lambung. Korban sudah meninggal 12 hingga 24 jam,” terang Dokter Intan. (dny)

Editor: Yudiansyah