TI Rajuk Merajalela, Air PDAM Gantung Berubah Jadi Kopi Susu

by -
TI Rajuk Merajalela, Air PDAM Gantung Berubah Jadi Kopi Susu
Sumber air baku PDAM Gantung terlihat sangat keruh.

belitongekspres.co.id, GANTUNG – Akibat maraknya TI Rajuk beroperasi di daerah aliran Sungai (DAS) Lenggang, sumber air baku PDAM Gantung kini bagaikan kopi susu. Kondisi itu terlihat dari pantauan Belitong Ekspres di kawasan PDAM Gantung, Kamis (7/1).

Kepala Cabang PDAM Gantung, Wahyudin kepada Belitong Ekspres mengakui bahwa aktivitas TI Rajuk tersebut sudah beroperasi sejak lama. Bahkan dirinya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

“Sudah lama itu beroperasi, sudah dicegah. Dampaknya air ini keruh, sangat berpengaruh. Biaya operasional PDAM pun jadi ikut terdampak,” kata Wahyudin saat ditemui Belitong Ekspres, Kamis (7/1) kemarin.

Senada halnya yang disampaikan Kapolsek Gantung, Iptu Wawan Suryadinata. Dia mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan pencegahan melalui Bhabinkamtibmas, agar tidak menambang di sekitar PDAM Gantung.

“Upaya kita sudah maksimal, namun mereka ada lagi, padahal sudah sering kami cegah. Kami terus melakukan tindakan preventif, berulang kali kami usir, namun ternyata ada lagi,” ungkap Iptu Wawan kepada Belitong Ekspres, Kamis (7/1).

Akan tetapi, Kapolsek Gantung menegaskan, jika memang berdampak kepada masyarakat luar terutama ke pelanggan PDAM, maka dirinya pun akan mengambil langkah-langkah hukum. “Kalau juga nanti secara preventif tidak diindahkan, ya mau tidak mau kami mengambil langkah tegas proses hukum,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat pelanggan PDAM Gantung, IL (43) menyebutkan, bahwa sebenarnya masyarakat sudah berulang-ulang kali melakukan komplain ke pihak PDAM Gantung. Mereka mengadu terkait air yang diterima pelanggan sangat keruh.

“Dari mulai gatal-gatal, hingga kami mandi air keruh. Seperti inilah sejak dulu. Demo pun kami pernah, tapi entah mengapa pengerusak sungai lebih berkuasa,” sesal IL kepada Belitong Ekspres, Kamis kemarin.

Kata dia, kalau memang tidak ada kepedulian aparat penegak hukum terhadap pencemaran sungai, para pelanggan akan kembali menggalang aksi demonstrasi yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sebagai pelanggan sudah dirugikan, apa mereka mau membayarkan seluruh pelanggan PDAM Gantung ini,” pungkasnya. (dny)