TI Rajuk Rusak DAS dan Mangrove, DLH Beltim Kontak Gakkum KLHK

by -
TI Rajuk Rusak DAS dan Mangrove, DLH Beltim Kontak Gakkum KLHK 
Kepala DLH Kabupaten Beltim, Novis Ezwar.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Maraknya aktivitas penambangan liar menggunakan TI Rajuk yang merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mangrove di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), hingga kini masih terus terjadi. Melihat hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Beltim tidak tinggal diam.

Kepala DLH Kabupaten Beltim Novis Ezwar terus mengontak ke Penegak Hukum (Gakkum) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI). Sebelumnya, Tim Gakkum telah melakukan investigasi ke lapangan terkait kerusakan DAS dan mangrove, namun masih menunggu hasil.

Hal ini bahkan rencananya akan dibahas serius di tingkat Kabupaten. Karena, kata dia sudah jelas terkait pencemaran air dan pengerusakan DAS, itu melanggar Undang-Undang 32 tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Dari Gakkum KLHK la turun, mereka sudah melakukan investigasi ke lokasi, melihat kerusakan mangrove segala macam lah. Cuman memang sampai saat ini mereka belum menyampaikan hasil dari investigasi mereka. Namun saya terus berkontak ke mereka,” kata Novis kepada Belitong Ekspres, Rabu (6/1).

“Memang di situ (lokasi depan stadion Damar) terlihat sih kerusakan mangrove. Juga bibit tanaman mangrove kawan-kawan Fordas itu juga rusak, tentu sangat menyesalkan semua rusak. Termasuk persoalan di PDAM Gantung, nanti akan kami bahas di tingkat kabupaten dengan melibatkan unsur-unsur terkait,” tandasnya. (dny)