Tiap Daerah Ditargetkan Kurangi 30% Sampah

Suasana Bimtek Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bagi Masyarakat (Pengelolaan sampah berbasis 3R) di Graha Resto Tanjungpandan.

Suasana Bimtek Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bagi Masyarakat (Pengelolaan sampah berbasis 3R) di Graha Resto Tanjungpandan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Bimtek Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bagi Masyarakat (Pengelolaan Sampah Berbasis 3R) selama tiga hari, yang bertempat di Graha Resto Tanjungpandan. Direktur Rumah Kompos dan Bank Sampah Induk Kota Medan selaku pengisi materi dalam kegiatan tersebut Armawati Caniago saat ditemui Belitong Ekspres (17/07) mengatakan kegiatan ini nantinya akan ada pengenalan masalah bahaya sampah, juga mekanisme pengelolaannya.

RajaBackLink.com

“Akan ada tahap pengenalan apa itu sampah, bahayanya seperti apa, dan mekanisme pengelolaannya, mulai dari sampah rumah, dana akan kita ajarkan nanti daur ulang, bank sampah dan pengomposan,” katanya.

Dirinya mengatakan kegiatan ini di fokuskan bagaimana warga bisa memilah sampah sendiri di rumah masing-masing, sehingga bisa mengurangi masalah sampah yang menjadi beban di TPA.

Baca Juga:  TNI AU Akan Kembali 'Gempur' Pulau Belitung

“Kita berharap sesuai dengan target kebijakan strategi daerah, setiap daerah harus mengurangi 30% sampahnya yang kembali ke TPA. Artinyakan 30% ini sudah dikelola di rumah masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya sampah ini adalah sebuah masalah tetapi juga menjadi potensi besar untuk energi terbarukan jika benar-benar dikembangkan dan dikelola dengan baik.

“Yang jelas kita ingin sampah ini bermanfaat, baik bagi masyarakat atau pun pemerintah melalui PAD nantinya,” ujarnya.

Selanjutnya dirinya mengatakan hal yang terpenting pertama sekali adalah merubah pola pikir masyarakat bahwa sampah adalah sebuah masalah tetapi menjadi peluang investasi yang sangat menarik.

“Ini menarik, Belitung kotanya termasuk bersih. Cuma Belitung akan tumbuh terus menjadi kota wisata siapun bisa datang. Namun jika tidak dibangun kesadarannya maka potensi-potensi Belitung akan ternodai oleh sampah,” pungkasnya.

Baca Juga:  Stok Beras di Gudang Bulog Cukup Hingga Akhir Lebaran

Sementara itu Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Edi Usdianto mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 7 kelurahan di Kabupaten Belitung, dengan masing-masing kelurahan sebanyak 2 orang serta forum Kabupaten Sehat dan juga pengelola bank sampah dan TPS 3R.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran, mengubah prilaku dan meningkatkan keterampilan.

“Memberikan pemahaman kepda masyarakat tentang pengelolaan sampah 3R, juga mengenalkan kepada masyarakat pengelolaan sampah menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis,” katanya.

Pria yang kerap di sapa Edu ini juga mengatakan agar para peserta yang di ikuti oleh tujuh kelurahan yang ada di Kabupaten Belitung tesebut, agar dapat menyimak apa yang disampaikan.

“Agar nantinya mereka mampu mengelola sampah sendiri di rumah masing-masing,” tutupnya.(dod)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply