Tiga SPBU Kehabisan Stok, Muntok Kini Krisis BBM

by -
utama-edisi-31-januari-2017-spbu
SPBU Kampung Jawa Muntok tidak buka akibat kehabisan stok BBM.

MUNTOK – Putusnya dua jembatan di Desa Mayang Kecamatan Teritip mengakibatkan distribusi bahan bakar minyak ke kota muntok tersendat. Akibatnya saat ini, Senin (30) kota Muntok sudah kritis BBM. Bahkan berdasarkan laporan dari wartawan Babel Pos di Muntok, saat ini BBM sudah habis di 3 SPBU di Muntok Kabupaten Bangka Barat

Kepala BNPB Babar Sutarmo mengatakan jembatan utama di jalan nasional di Desa Mayang Kecamatan Simpang Teritip putus 2 unit. Sedangkan jalan alternatif di Desa Belo Laut Kecamatan Muntok juga sama.  Dana untuk jembatan darurat tersebut sudah ada.     “Jembatan ini hanya untuk mobil 4 ton ke bawah,” tandasnya Senin (30/1).

Untuk truk pengangkut BBM Sutarmo meminta agar menyiapkan mobil transit atau volumenya dikurangi setiap truknya dari Pangkalpinang. Jembatan darurat dari baja masih dalam perakitan dan bisa memakan waktu 1 hari.

“Itu salah satu solusinya agar Muntok tidak krisis bbm,” harapnya.

Pantauan di 3 SPBU yang ada di Muntok ibu kota Kabupaten yakni SPBU Kampung Jawa dari pagi hanya melayani solar, karena premium dan pertamax sudah habis.  Di SPBU Pal 3 yang tersisa hanya pertamax itu pun sampai pukul 12.00 wib.  Di SPBU Pal 6 sudah habis semuanya yang ada hanya solar dex.

Karena habis stok di SPBU warga Muntok terpaksa membeli di pengecer namun harganya masih normal tapi ada juga beberapa pengecer yang menaikan harga menjadi Rp10 ribu/liter dari Rp8500. Junet salah satu warga Muntok terpaksa membeli bensin eceran Rp8500 karena di SPBU sudah habis. “Saya belinya masih normal,” ujarnya.

Sedangkan di Desa Mayang Kecamatan Simpang Teritip harga bensin mencapai Rp10 ribu/liter bahkan lebih. Hal itu mengingat daerah Mayang juga terkena dampak banjir dan jembatan putus. Jarak dari Muntok sendiri ditempuh 1 jam perjalanan dan SPBU-nya berada di Simpang Ibu dengan jarak 1,5 jam dan selama ini pengecer membeli BBM di SPBU Muntok.  Sekarang ini masyarakat Mayang sendiri tidak bisa ke Simpang Ibul karena jembatan putus.

Kapolres Bangka Barat AKBP Hendro Kusmayadi menghimbau agar masyarakat jangan panik terkait kelangkaan BBM. Hal itu terus diupayakan agar segera teratasi.

“Kami bersama Bupati sudah berkoordinasi terkait BBM ini,”ujarnya Senin (30/1).

Hendro mengatakan untuk penyaluran BBM di 3 SPBU di Muntok rencananya menggunakan mobil tangki kecil sehingga bisa melewati jembatan darurat. Sebelumnya sudah ada upaya penyaluran BBM namun gagal karena jalan rusak dan jembatan tidak bisa dilalui kendaraan diatas 4 ton. Truk BBM sendiri terpaksa balik lagi karena tidak bisa meneruskan perjalanannya karena berkapasitas besar.

Masih dikatakan Kapolres, untuk BBM yang masih tersedia hanya solar dan itu pun sudah menipis. Sedangkan untuk premium, pertamax dan pertalite sudah habis mulai hari ini.”Besok dipastikan pasokan dari Pertamina Pangkal Balam sudah masuk jadi jangan panik maupun khawatir,” imbaunya.(his)