Tim Buser Masih Buru Perampok di Belitung

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Jajaran Satreskrim polres Belitung masih terus berupaya mengungkap tabir kejahatan perampokan, yang sempat menghebohkan Negeri Laskar Pelangi, beberapa waktu lalu.

RajaBackLink.com

Apalagi peristiwa kejahatan yang bisa membunuh korbannya ini, baru pertama kalinya secara terang-terangan dilakukan di Belitung. Yaitu, yang terjadi di kelakak Usang dan ruas jalan AWR Buding, Badau.

Lebih parah lagi saat hendak merampok, pelaku ini menakut-nakuti korban dengan menembakkan peringatan sebanyak dua kali. Sebelum mengambil barang hasil curiannya. Seperti timah dan barang berharga lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pertama terjadi di kawasan Jalan Membalong, Kelekak Usang, Sabtu (1/6) lalu. Saat itu sejumlah pelaku melancarkan aksinya di lokasi. Pelaku meminta sejumlah uang dan timah.

Baca Juga:  Humor Beneran

Akibatnya, pemilik mengalami kerugian kurang lebih Rp 42 juta. Sedangkan peristiwa kedua terjadi di kawasan AWR Buding, Senin (3/6) malam. Malam itu salah satu pengusaha asal Kelapa Kampit melintas di lokasi.

Lalu dibuntuti mobil dari belakang. Setelah kondisi sepi, para perampok yang menggunakan mini bus tersebut langsung mendahului korban. Setelah itu pelaku memberikan tembak peringatan, dan menghentikan korban.

Lantas pelaku juga meminta sejumlah barang berharga milik korban. Seperti empat karung timah, tas dompet yang berisikan uang serta alat komunikasi seperti handpone. Saat ini, pelaku masih dalam kejaran polisi.

Baca Juga:  BBM Non Subsidi Bisa Naik

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa mengatakan, dirinya masih belum bisa berkomentar banyak mengenai kasus tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap para pelaku.

“Kita masih melakukan penyelidikan,” kata AKP Erwan, kemarin. AKPOL 2007 ini juga masih belum menjawab saat ditanyai apakah pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (curat) merupakan warga lokal atau pendatang. (kin)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply