Tim Hanya Mampu Lakukan Empat Jam Waktu Efektif Pencarian.

by -

*Hari Ke Empat, Korban Kecelakaan Laut Belum Juga Ditemukam

Tim SAR Gabungan Dihadang Ombak Tinggi

MANGGAR – Tim SAR gabungan (Basarnas Pos SAR Belitung, Satpolair Polres Beltim, TNI AL, dan Tagana) masih standby di Posko Polair Polres Beltim, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Beltim, Kamis (17/3) kemarin.

Pada hari keempat hilangnya korban kecelakaan laut di perairan Pulau Nangka dan Pulau Pesemut ini, tim tidak terjun ke titik lokasi pencarian. Ini dikarenakan kuatnya arus dan gelombang tinggi saat pencarian.
“Setelah jam 12.00 WIB, gelombang di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)¬† itu sekitar 1 hingga 2 meter. Jadi, dari pagi kami hanya punya waktu pencarian 4 jam efektif. Jadi kurang maksimal,” ungkap Koordinator Basarnas Pos SAR Belitung, Mancarah Wanto.
Pihaknya memperkirakan target yang dicari sudah jauh bergeser dari lokasi kejadian. Perkiraan itu dihitung berdasarkan kecepatan arus dan angin beberapa hari belakangan. Pada hari keempat, luas area pencarian sudah bertambah hingga ke arah perairan pulau Kalimantan. Hal ini tidak didukung dengan alat pencarian yang dimiliki.
“Seperti kapal yang kami gunakan itu untuk pencarian kecil dan dari fiber. Jadi sangat kurang efektif untuk melakukan pencarian dengan kapal yang kami gunakan, apalagi hingga perairan pulau Kalimantan,” ujar Manca.
Namun, Manca mengatakan, pihaknya telah mengimbau nelayan di sekitar Pulau Nangka dan Pulau Pesemut untuk menginformasikan ke Tim Sar Gabungan untuk membantu proses pencarian. “Kalau ada terlihat korban atau ada perkembangan dan informasi apapun, segera kabarkan kepada kami. Kami tetap akan bantu melakukan evakuasinya,” harapnya bersiap.
Diberitakan sebelumnya, Senin (14/3) dini hari lalu sebuah kapal milik nelayan yang beralamat di RT04/RW 02 Desa Baru, Kecamatan Manggar, Beltim, dihantam kapal besar tak dikenal. Akibat kejadian itu, kapal terbalik dan pecah terbelah dua. Pada kejadian tersebut menyebabkan satu korban meninggal dunia, satu masih dinyatakan hilang hingga hari ini atas nama Samsudin Jamanu (43), dan dua korban selamat dengan sejumlah luka. (feb)