Tim Ipang Wahid Akan Bantu Pemulihan Pariwisata Belitung

by -
Tim Ipang Wahid Akan Bantu Pemulihan Pariwisata Belitung
Ketua Kelompok Kerja Industri Kreatif (KEIN) Irfan Asy'ari Sudirman Wahid atau Ipang Wahid.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Tim Rekreasi Creative Playground dan anggota Penasehat KADIN Indonesia bidang Pariwisata memaparkan usulan strategi komunikasi terkait akselerasi pemulihan pariwisata dalam rangka kunjungan lapangan destinasi Belitung, Kamis, (6/8). Pemaparan usulan itu berlangsung di ruang Rapat Bupati Belitung.

Ketua Kelompok Kerja Industri Kreatif (KEIN) Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Ipang Wahid bersama tim kreatornya sering membuat konten-konten iklan di Indonesia serta Pemerintah Indonesia, dan berujung viral, setelah diupload ke media sosial (medsos).

Ipang dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, khusus untuk 5 destinasi wisata unggulan. Walaupun Belitung tidak masuk dalam lima destinasi unggulan di Indonesia, tetapi tugas Tim Ipang Wahib ini membantu Pemerintah Kabupaten Belitung, dalam pemulihan ekonomi pariwisata di tengah pandemi covid-19 melalui konten-konten yang berpotensi viral.

Alasan Ipang tertarik untuk membantu Belitung, karena Belitung memiliki kelebihan di tengah pandemi, yakni kasus Covid-19 di Belitung terbilang rendah secara nasional. Hal itu merupakan modal utama untuk mempromosikan pariwisata Belitung.

“Belitung harus membuat konten berisi potensi yang dimiliki Belitung sebanyak mungkin dengan sebaran yang terukur yang masif, gak bisa nggak. Apa kelebihan kita dibanding yang lain? Covid-19 terendah (Belitung), yang lain masih tinggi seperti Bali, jadi Belitung punya kelebihan,” kata Ipang Wahid dalam paparannya.

Menurut Ipang, orang yang mau liburan saat ini memperhatikan kasus Covid-19-nya terlebih dahulu, kalau daerah merah tidak ada yang berani berwisata. “Saya tidak tahu kalau Belitung ini termasuk yang terendah, sampai pak wabup-nya beri tau, jadi hal itu harus kita komunikasikan daerah luar,” terangnya.

Kemudian kata dia, di sektor pariwisata ini, potensi Belitung masih banyak yang belum diketahui. Padahal Belitung banyak memiliki destinasi yang indah. “Ada ini dan ada itu, ya orang tahu-nya, Laskar Pelangi, itu sudah zaman dulu. Itu tentu harus dikomunikasi nya lebih jauh lagi. Nah yang harus dilakukan Belitung sekarang ini adalah mengkampanyekan secara masif, apa yang Belitung punya dan mengkampanyekan secara masif, covid-19 di Belitung terendah,” jelasnya.

Mereka sudah memberikan contoh, hanya sebuah banner saja, tapi ada tulisannya “Belitung Indah, Covid-19 Terendah” itu simpel tapi orang langsung bisa paham secara keseluruhan.

Kemudian juga dirinya juga menyarankan membuat brand baru, lantaran brand Laskar Pelangi sudah terlalu lama yaitu sekitar 12 tahun belakang. “Ya mesti dikaji, tapi menurut saya ada satu celah untuk brand terbaru, yaitu Geopark,” terangnya.

Hal tersebut disarankan setelah dirinya berkomunikasi dengan jajaran Pemkab Belitung, yakni Belitung banyak hamparan batu. “Nah itu kita harus kita olah dari situ. Karena menurut saya Laskar Pelangi sudah lewat, dan kita harus mencari branding baru. Mumpung ada Covid ini, take off -nya bareng-bareng nanti dengan daerah wisata lain seperti Bali, Lombok, Jogja,” jelasnya memberikan saran.

Kata Ipang, dari data google orang yang mengetahui tentang Belitung dan berbicara soal Belitung untuk berwisata, terbilang masih rendah dibandingkan Bali, Jogja dan Lombok.

“Kalau berbicara Belitung sebelum covid-19, masih seper 10 mungkin dari Bali, jadi masih rendah. Nah, sasarannya juga, sekarang harus terarah sebetulnya, yaitu wisatawan usia dari umur 20 – 50 secara sosial ekonominya mampu. Orang yang travel pasti melek internet, dan pasti punya medsos, mereka follow siapa aja, interest kemana aja, itu akan lebih mudah disasar,” pungkasnya.

Sementara itu, wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan Pemkab Belitung harus menjawab kebutuhan pelaku pariwisata, dimana mereka sudah investasikan secara sosial, ekonomi, psikologi besar-besaran terhadap pembangunan pariwisata.

“Sekarang menghadapi Pandemi tidak boleh sendirian, pemerintah harus mendamlingi sampai tuntas, kita harus berada digarda terdepan,” katanya.

Maka dari itu, datang Ipang Wahid yang merupakan orang yang ditunjuk presiden untuk 5 destinasi unggulan di Indonesia, walaupun Belitung tidak masuk super prioritas, tetapi Pemkab melobinya datang untuk membantu Belitung.

“Selama ini kita jalannya masih tersesat, bikin konten sebar, kemudian kampanye kita tidak tepat sasaran, akhirnya yang datang cuman segilintir, tapi kalau yang tepas sasaran, tajam, tentu hasilnya lebih maksimal,” jelasnya.

Dikatakan Isyak, Belitung berada di garis start yang sama, seperti Bali, Lombok dan lain-lainnya, Belitung harus mencuri perhatian. “Dengan kita memulai seperti kalimat tadi kan indah, ” Belitung yang terindah, Covid-19 yang terendah”, tidak terpikir sama kita, itu hal sederhana gak tepikir, itu yang harus dibikin dan diputuskan,” jelasnya.

Saat ini Pemkab Belitung harus mengembalikan kepercayaan wisatawan. Kata Isyak, saat ini yang harus menjadi jualan di sektor pariwisata Belitung, yaitu keamanan Belitung dari Covid-19, karena dalam waktu dekat wisatawan tidak akan ke Belitung, tanpa ada penjelasan bahwa Belitung aman Covid-19.

“Kemudian Belitung ada apa, kalimat paling gampang ” Belitung yang terindah, Covid-19 yang terendah”, itu gampang, tapi kalau kita langsung jualan geopark, tentunya wisatawan akan mempertanyakan kasus Covid-19 terlebih dahulu. Setelah dia ( wisatawan) datang baru mereka lihat geosite-geosite,” pungkasnya. (dod)