Tim Pakem Belitung Resmi Dikukuhkan

by -

*Cegah Radikalisme dan Konflik Antar Agama

belitung-edisi-21-maret-2017-Tim-Pakem
Foto Tim Pakem dengan Bupati Belitung Sahani Saleh

TANJUNGPANDAN-Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem), secara resmi dikukuhkan Bupati Belitung Sahani Saleh, di Ruang Rapat Kantor Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung, Senin (20/3) kemarin.

Dalam tim ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung Nova Elida Sarahih menjabat sebagai ketua. Selain itu, ada juga nama Kasat Intelkan Polres Belitung Iptu Ponijan, Sekertaris Kesbangpol Belitung H Ramansyah, dan Pasi Intel Kodim 0414 Belitung Syarifuddin masuk jajaran anggota.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya Tim Pakem Belitung ini. Khususnya dalam rangka mencegah dan memberantas peredaran radikalisme serta konflik antar agama. Sebab, masalah agama sangat sensitif di Belitung.

Bahkan, beberapa waktu lalu pernah perjadi perbedaan pendapat tentang agama. Sehingga, kasus ini menjadi ramai dan diperbincangangkan. “Beruntung waktu itu, tidak terjadi kericuhan yang sangat parah,” ujar Sahani Saleh, kepada Belitong Ekspres, Senin (20/3) kemarin.

Bupati berharap, dengan adanya tim ini, kejadian-kejadian seperti itu tidak terjadi. Apalagi Belitung adalah pulau wisata, maka harus aman. “Saya ingin menjelaskan, tujuan para pelaku radikalisme adalah tempat yang aman, termasuk Belitung,” ungkap Sanem.

Sementara itu, Ketua Tim Pakem Kabupaten Belitung Nova Elida Saragih mengungkapkan, pembentukan tim ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, khususnya di Bangka Belitung.

“Pembentukan Tim Pakem merupakan amanat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan RI yang mempunyai tugas dan wewenang atas pengawasan aliran kepercayaan,” ujar Nova Elida Saragih.

Kata Nova, pembentukan ini perlu dilakukan, sebab Belitung harus aman dari adanya ajaran dan aliran yang menyimpang khususnya bersifat komunis. sehingga, pulau ini aman dari ajaran yang bisa menimbulkan kegaduhan dilingkungan masyarakat.

Sebelumnya, Tahun lalu di Kawasan Desa Ibul Kecamatan Badau, pernah adanya penolakan ajaran salah satu Thoriqoh. Bahkan, dari penolakan itu bermunculan kegaduhan dan keramaian di lingkungan kawasan itu.

Namun, setelah forkominda di Belitung merapatkan masalah ini, akhirnya problem tersebut terselesaikan. Dijelaskan Nova, fungsi utama Tim Pakem ini menerima dan menganalisa laporan dari berbagai sumber mengenai adanya yang diidikasikan.

Seperti aliran sesat, namun untuk saat ini di Belitung belum terdeteksi adanya ajaran dan kepercayaan tersebut. Adanya Tim Pakem ini, juga meminimalisir adanya indikasi Rasis dan SARA.

Selain itu, Tim Pakem juga dapat melakukan tindakan yang bertentangan dengan keagamaan. Seperti melanggar norma asusila, adat istiadat, dan tata krama di lingkungan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Kesbangpol Kabupaten Belitung Drs H Ramansyah menyambut baik adanya Tim Pakem ini. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua FKUB Kabupaten Belitung tersebut siap mendukung Tim Pakem khususnya masalah keagamaan dan komunis.

Dijelaskan Ramansyah, di Belitung sangat dibutuhkan Tim ini, agar peristiwa tahun lalu, seperti penolakan ajaran salah satu Thoriqoh tak terulang kembali di Negeri Laskar Pelangi. Sehingga, Belitung tetap nyaman bagi pendatang maupun wisatawan.

“Saat terbentuknya tim ini, kita langsung bergerak. Untuk mendeteksi adanya hal-hal dan ajaran yang menyimpang,” kata Ramansyah, kemarin. Dalam waktu dekat ini, dirinya akan melakukan pertemuan-pertemuan untuk membahas masalah ini. (kin)