Timah Rencanakan Pasca Tambang

by -

*Gelar Konsultasi Publik Agar Terencana dengan Baik

TANJUNGPANDAN-PT Timah (Persero) Tbk mengadakan kegiatan konsultasi pemangku kepentingan “Pasca Tambang” di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, 24-25 November kemarin. Sejumlah pemangku kepentingan pasca tambang ini hadir, termasuk para Bupati masing-masing daerah.

Kegiatan konsultasi Pasca tambang di Kabupaten yang diadakan Selasa (24/11), lalu dilangsungkan di Ruang Sidang Pemda Belitung. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 tahun 2014. Disebutkan, setelah berakhirnya izin usaha pertambangan (IUP) diberikan, perusahaan pemegang IUP itu harus sudah menyusun rencana pasca tambang.

Kepala Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) PT Timah Sadina Surya mengatakan lokasi bekas tambang mau dijadikan apa, perlu adanya konsultasi publik yang terkait dengan masyarakat di wilayah tambang. Tujuannya, untuk keselarasan keinginan pemerintah dan masyarakat. Dengan begitu, reklamasi yang dilakukan berguna untuk masyarakat.

Reklamasi dilakukan secara bertahap.  Menurutnya, kegiatan reklamasi dilakukan berjalan dengan kegiatan pertambangan. Sejauh ini sudah beberapa lokasi yang direklamasi PT Timah. “Kalau lahan yang sudah direklamasi oleh kita sudah banyak, ada di daerah Badau, Cerucuk, di Belitung ini sudah tersebar. Dalam bentuk penananam yang namanya bekas tambang itu terjadi penurunan tingkat kesuburan tanah. Di situ perlu ada pemilihan tanaman yang sesuai, biasanya sengon, akasia atau tanaman yang lain yang sesuai,” kata dia.

Kegiatan konsultasi pemangku kepengtingan rencana pasca tambang ini dihadiri oleh Bupati Belitung Sahani Saleh, sejumlah Kepala SKPD, dan para Kepala Desa.

Sementara Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan kegiatan reklamasi ini memang dari dulu sudah diharapkan pemda. Menurutnya seharusnya itu harus dilakukan oleh pemegang IUP.

“Mana-mana yang cocok untuk reklamasi untuk perkebunan, perikanan, atau perumahan elit. Misalnya dibuat masterplan. Jadi betul-betul manfaat. Kalau sudah ada ini banyak yang ingin bermitra,” kata Sanem.

Namun reklamasinya harus yang bermanfaat untuk masyarakat. Ia mencontohkan, misalkan PT Timah memiliki lahan 50 hektar untuk reklamasi, maka dokumen reklamasi itu sudah tersusun. Di dalam dokumen dijelaskan rencana yang akan dilakukan dan itu juga harus dikoordinasi dengan pemda dan masyarakat agar reklamasinya tidak asal.

Sementara itu konsultasi publik di Beltim dilangsungkan di Ruang Pertemuan Kantor Camat Manggar, Beltim, Rabu (25/11) kemarin. Pemaparan disampaikan oleh Direktur Operasi PT.Timah (Persero) Tbk melalui Kepala P2SDM, Bidang Perencanaan, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, PT.Timah, Eko Purwantoro.

Nampak hadir Pj.Bupati Beltim, H.M Hardi SH.MH yang sekaligus membuka sosialisasi. Kegiatan dihadiri juga para undangan di antaranya Camat se Beltim, Kades se Beltim, SKPD terkait dan beberapa undangan lainnya.

“Dan rencana pasca tambang ini wajib untuk disosialisasikan. Maka dari itu, PT.Timah yang dibantu oleh konsultan dari IPB (Institut Pertanian Bogor), nantinya akan menyusun rencana yang bai. Pada dasarnya silahkan nanti menanggapi dan memberikan saran dan masukan setelah pasca tambang sesuai dengan kreteria setiap Kabupatennya. Karena masing masing wilayah biasa meminta dan menyesuaikan,” ungkap Eko Purwantoro.

 

Humas PT.Timah, Reni Hutagalung mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dari sosialisasi yang dilakukan oleh PT.Timah. Pasca tambang, kata Reny, adalah kegiatan yang harus terencana, sistematis, dan berlanjut sampai akhir, baik sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial. Tentunya menurut kondisi lokal di seluruh wilayah penambangan.

 

“Adanya konsultasi publik ini, jangan sampai nanti jika sudah dijadikan dokumen publik, ternyata tidak disosialisasikan, dan itu jangan sampai terjadi. Kami ingin menampung aspirasi atau saran dari publik itu sendiri dan yang tidak terokomodir di sini nantinya bisa dilanutkan kembali dengan berkirim ke Kantor Pusat PT.Timah dan Kantor KL3H,” ungkap Reni.

Dijelaskan, tujuan dari pasca tambang adalah untuk memperkirakan, memperhitungkan dan mengetahui perencanaan terhadap lahan bekas tambang setelah selesai dilakukan penambangan. Selain itu, sebagai komitmen pengusaha/perusahaan dalam memperbaiki kondisi lingkungan pada lahan eks tambang sehingga berfungsi dan bermanfaat sesuai peruntukannya.

 

Kegiatan ini dilaksanakan disemua Kabupaten yang ada di Babel, dan masih menyisahkan di dua Kabupaten yang belum dilakukan sosialisasi, yakni di Bangka Barat dan Bangka. (ade/feb)