Timbun BBM, Sopianto Ditangkap Polisi

by -

*Awalnya Dirazia Karena Jual Miras Arak

foto B- kapolsek bbm ilegal

Foto B: ainul yakin/be
Kapolsek Sijuk AKP Kaya Simatupang saat menunjukkan barang bukti BBM solar.

TANJUNGPANDAN-Ini peringatan keras bagi warga masyarakat yang suka menyimpan atau menimbun bahan bakar minyak (BBM) solar maupun premium bersubsidi.  Sebab, mereka ini sudah terbilang melanggar Undang-undang  No 22 Tahun 2001 tentang Migas pasal 55 dan pasti akan ditangkap aparat penegak hukum, bahkan bisa dihukum hingga ancaman 6 tahun penjara dan denda hingga Rp 60 miliar.
Ini seperti terjadi pada Supianto, gara-gara menimbun BBM subsidi solar sebanyak 12 jerigen di rumahnya Desa Terong, Kecamatan Sijuk, dia diamankan polisi. Sayangnya, polisi tidak menahan pelaku dugaan penimbunan ini lantaran alasan kemanusiaan, pelaku tergolong difabel (penyandang cacat) dan sebagai tulang punggung keluarga. Namun, proses hukum kasus penimbunan BBM ini tetap akan berjalan. Pelaku sementara hanya wajib lapor ke Polres.
Informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, jajaran Polsek Sijuk mengamankan puluhan jerigen BBM solar bersubsidi diduga ilegal. Sebelumnya Polsek Sijuk mengamankan sebanyak sepuluh jerigen di Aik Seruk, kali ini polsek mengerebek penimbun BBM bersubsidi di Desa Terong, Rabu (8/4) malam lalu.
Penangkapan ini berawal dari razia giat rutin yang dilakukan Polsek Sijuk, tentang penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Sijuk. Dugaan Sopinato menjual miras jenis arak. Saat polisi mengeledah di rumah pelaku yang diketahui bernama Sopianto (30), anggota menemukan puluhan jerigen solar di belakang rumahnya.
Mengetahui hal tersebut, polisi langsung meminta surat-surat izin tentang distribusi BBM bersubsidi. Namun, pelaku tidak memiliki izin yang dimaksud. Akibatnya, pelaku beserta barang bukti kurang lebih sebanyak 12 jerigen diamankan di Polsek Sijuk.
Kapolsek Sijuk AKP Kaya Simatupang membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurut Kapolsek, saat ini pelaku dan barang bukti, sudah berada di Polsek Sijuk. Pelaku saat masih dalam penyidikan.
Dijelaskan AKP Kaya, penangkapan ini bermula  atas laporan dari masyarakat. Warga sekitar resah dengan pelaku, karena Sopianto menjual minuman keras jenis arak, dan sejumlah miras jenis botol dan kaleng.
“Saat kami geledah, kita hanya menemukan satu kampil arak dalam kemasan plastik. Setelah kami tanyai, pelaku mengaku araknya sudah habis dan hanya ada bekas jerigennya,” ujar AKP Kaya kepada Belitong Ekspres, Kamis (9/4) kemarin.
Setelah itu, anggota meminta menunjukan tempat jerigen arak ini disimpan. Saat pelaku hendak mengambil jerigen, beberapa anggota mengikutinya. Setiba di belakang rumahnya, di temukan puluhan jerigen berisikan solar.
“Mengetahui hal tersebut, saya langsung menanyai kelengkapan izin surat-suratnya. Pelaku menjawab, tidak memiliki surat, alasan dia menimbun bbm tersebut, hendak di jual ke nelayan,” katanya. “Setelah itu, pelaku beserta barang bukti langsung kita amankan di polsek, untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya kembali.
Pelaku akan dikenakan dengan Pasal 55 Undang-undang Migas. Namun, untuk hukumannya, pelaku tidak dihukum penjara, hanya wajib lapor seminggu tiga kali. Ketika disinggung mengenai alasan Sopianto tidak ditahan, AKP Kaya menjelaskan, pelaku merupakan tulang  punggung keluarga, dan dia dalam kondisi cacat.(kin)