Timgab Sita Satu Dus Apel

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Diduga Mengandung Bakteri Membahayakan

MANGGAR – Tim gabungan (Timgab) dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Kesehatan, Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Bagian Humas & Protokol Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyita satu kotak (Dus-red) apel (hijau) Granny Smith. Apel tersebut disita dari salah seorang pedagang buah di Desa Kurnia Jaya Kecamatan Manggar, Rabu (4/2) pagi kemarin.

Penyitaan ini merupakan bagian dalam razia penertiban peredaran Apel Granny Smith dan Apel Royal Gala yang masih ada di Kabupaten Beltim. Dalam razia ini timgab melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke setiap pedagang buah, pusat perbelanjaan, dan gudang agen buah yang ada di Kecamatan Manggar, Gantung, dan Kelapa Kampit.

Namun di tempat lainnya  timgab tidak menemukan adanya peredaraan dua jenis buah apel yang dicekal karena racun dari bakterinya yang terkenal mematikan dan berbahaya ini.

Kepala Disperindagkop Kabupaten Beltim Syahrial, didampingi Kepala Bidang Usaha dan Perdagangan Darwati menjelaskan, buah apel Granny belasan kilogram yang disita dalam razia akan segera dimusnahkan agar tidak bisa dikonsumsi. Selanjutnya pihak Disperindagkop akan terus mengawasi pendistribusian buah apel yang ada di Kabupaten Beltim.

Baca Juga:  Belitung Timur Fashion Carnaval 2019 Sukses Pukau Masyarakat Beltim

“Kita baru turun hari ini karena baru kemarin menerima Surat dari Dirjen Standarisasi Perlindungan Konsumen. Namun ke depan kita akan pantau terus barang konsumsi khususnya buah apel yang masuk ke Beltim,” kata Syahrial.

Mantan Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Beltim ini menekan belum akan menindak pedagang atau agen yang tertangkap tangan menjual buah apel impor dari Amerika (USA) yang mempunyai warna dan bentuk seperti apel Malang ini. Pihaknya hanya sebatas memberikan pengarahan.

“Yang jelas untuk di Beltim kita sudah menghentikan peredaran apel tersebut sesuai perintah Mendag (Menteri Perdagangan) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Minuman). Bakteri yang terkandung di Apel Granny Smith dan Apel Royal Gala bernama Listeria monocytogenes dan tergolong ganas dan bisa menyebabkan kematian,” ungkap Syahrial.

Sementara itu, pasca acapnya informasi pemberitaan mengenai pelarangan dan bahaya mengkonsumsi apel Apel Granny Smith dan Apel Royal Gala di media massa, pedagang dan agen buah di Kabupaten Beltim mengaku penjualan buah apel mengalami penurunan hingga mencapai 60 persen.

Baca Juga:  Pemkab Beri Kesempatan ASN Melanjutkan Kuliah S2 di Unpad

“Masyarakat kita kan sudah pintar. Begitu mereka melihat dan mendengar di TV tentang apel berbahaya langsung mereka ogah buat beli buahnya,” ungkap Alam, salah seorang Agen buah-buahan di Kabupaten Beltim.

Untuk menghindari resiko kerugian, Alam yang mengaku sudah puluhan tahun terjun ke bisnis jual beli buah ini mengatakan langsung menyetop pembelian apel. Ia menyatakan permintaan masyarakat menurun drastis.

“Sejak dua minggu lalu langsung kita stop, begitu ada info di TV. Bukan hanya apel Granny dan Royal Gala tapi semua produk apel mengalami imbasnya. Sekarang kami main di buah-buah lokal aja lebih aman,” ujar Alam.

Ditanya kemungkinan alternative membeli buah apel dari Malang atau daerah lain di Indonesia, Alam mengelak dengan alasan buah apel Malang lebih mudah rusak dan cepat membusuk. Dari hasil timgab kemarin, hanya bisa menemukan 1 dus buah Apel Granny (Apel Hijau, red) dari pedagang buah kakilima dikawasan Pasar Manggar. (feb)

Rate this article!
Timgab Sita Satu Dus Apel,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: