Timgab Tangkap Dua Sejoli Kumpul Kebo

by -

*Juga Amankan Muda-mudi Hendak Berbuat Mesum

TANJUNGPANDAN-Diduga hendak melakukan tindakan tak senonoh, bahkan mesum, pasangan muda-mudi diamankan Tim Gabungan yang dipimpin aparat Satpol PP Kabupaten Belitung. Dua sejoli ini terjaring saat razia yustisi yang digelar di Kawasan Jalanan Tanjungpandan, Senin (10/8) siang, kemarin. Kedua remaja itu yakni Hendra (23) warga Jalan Baru dan Via (21) penghuni kos asal Serang Banten.
Pasangan bukan suami istri ini tertangkap basah saat berduaan di salah satu kos-kosan di Jalan Kenangga Kelurahan Paal Satu. Selain itu, Tim Gabungan yang terdiri dari Polsek Tanjungpandan, Pol PP Kabupaten Belitung, Polisi Militer AD, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga mengamankan pasangan yang diduga kumpul kebo di Kawasan Air Raya, Yakni Santi (30) dan Lukman (31) asal Bangka Tengah. Dikatakan kumpul kebo karena mereka hidup serumah berdua, tanpa dilengkapi surat nikah yang sah layaknya suami istri.
“Kami hanya berduaan di dalam kamar. Kami belum sempat ngapa-ngapain. Rencana bulan depan kami menikah,” ujar Hendra saat diinterogasi Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar, usai melakukan razia.
Alkar mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tiap tahun, khususnya pasca lebaran. Sebab, diperkirakan banyak pendatang masuk ke Belitung untuk mencari pekerjaan. Tapi, kadang di lapangan bisa bergeser, bahkan bisa memicu persoalan sosial.
“Tujuan utamanya untuk mendata para pendatang. Selain itu, razia ini juga mengingatkan agar pendatang yang baru tiba di Belitung untuk melaporkan ke RT setempat dan meminta untuk dibuatkan surat keterangan domisi kependudukan,” ujar Alkar.
Untuk mencegah masuknya pendatang ilegal yang bisa memicu penyakit sosial di Belitung, Pol PP akan berkordinasi dengan pihak instansi terkait untuk terus melakukan razia. “Dalam waktu dekat ini, kita akan terus melakukan razia. Kami sudah berkordinasi dengan instansi terkait, seperti Polres Belitung, PM, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,”katanya.
Mengenai keempat muda-mudi yang diamankan, Alkar menjelaskan, mereka akan dilakukan pendataan. Setelah itu, kedua orangtuanya akan dipanggil. “Sedangkan, untuk kedua orang yang berasal dari Bangka Tengah, Pol PP membuatkan surat pernyataan bahwa mereka tidak mengulangi perbutannya kembali. Jika mengulangi maka keduanya bisa dipulangkan ke kampungnya,” pungkasnya.(kin)