Timgab Turun ke Perairan Tanjung Binga, Compreng Diminta Hengkang

by -
Timgab Turun ke Perairan Tanjung Binga, Compreng Diminta Hengkang
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Zamri saat menyampaikan arahan sebelum giat patroli.

belitongekspres.co.id, SIJUK – Tim Gabungan sudah melakukan giat Patroli ke lokasi Kapal Bouke Ami atau Compreng di perairan Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Dinas Perikanan Kabupaten Belitung bersama Satpolair Polres Belitung, Pos TNI-AL, Satwas SDKP Belitung Kepala Desa (Kades) dan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Binga, melakukan patroli selama 2 hari, 14 hingga 15 September, kemarin.

Dari informasi yang diterima Belitong Ekspres, Tim Gabungan yang bertolak dari dermaga Dinas Perikanan Kabupaten Belitung langsung bergerak menuju lokasi tempat kapal compreng yang berjarak 7 Nautical Mil dari Utara Pulau lengkuas. Namun dari hasil pengawasan di lokasi tim patroli tidak menemukan adanya aktifitas kapal yang dimaksud.

Lantas, pada pukul 21.40 WIB tim patroli kembali melanjutkan pengawasan di sekitar lokasi utara Pulau Lengkuas dan menemukan satu kapal compreng yang sedang melintas menuju daerah sekitar Kalimantan. Kemudian tim gabungan melakukan penghentian dan pemeriksaan kapal tersebut.

Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan dokumen serta melakukan dialog dengan nakhoda kapal tersebut. Dari hasil pemeriksaan dokumen ditemukan kapal itu memiliki izin dokumen yang lengkap dengan wilayah tangkapannya yaitu laut Utara Jawa.

Tindak lanjut dari pemeriksaan kapal compreng tersebut, tim patroli gabungan menyarankan nakhoda kembali menuju wilayah fishing ground/wilayah tangkap yang tertera di izin penangkapan ikan dan tidak melakukan operasional di wilayah laut Belitung.

Usai melakukan pemeriksaan kapal compreng tersebut, sekitar pukul 00.05 WIB tim patroli gabungan kembali menuju pelabuhan dermaga Dinas Perikanan Kabupaten Belitung.

Sebelumnya, Dinas Perikanan Kabupaten Belitung menyatakan akan terus memantau dan melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait masalah keberadaan Kapal Compreng di Desa Tanjung Binga Kecamatan Sijuk.

“Kita sudah mendapat laporan tersebut dan, kita terus melakukan komunikasi serta koordinasi dengan pihak PSDKP, Pol Air dan TNI Angkatan Laut terkait masalah tersebut,” kata Kepala Dinas Perikanan Belitung, Firdaus Zamri, kepada Belitong Ekspres, Senin (14/9).

Dijelaskan Firdaus, jajaran PSDKP sebelumnya sudah melakukan langkah-langkah dan mencari informasi serta menginventaris kapal-kapal yang mempunyai alat tangkap compreng. “Berdasarkan laporan, ada 9 kapal yang terdaftar dan kita sudah panggil pemiliknya untuk kita berikan sosialisasi terkait penggunaan alat tangkap tersebut,” sebutnya.

Dikatakannya, yang menjadi persoalan sekarang yakni keberadaan kapal compreng yang tidak memiliki atau mengantongi izin dari Provinsi Bangka Belitung. Sebab dari informasi dilapangkan ada 14 kapal compreng yang diantaranya merupakan kapal dari daerah Muara Angke, Jakarta.

“Kita siap memfasilitasi terkait masalah tersebut. Tentu harapan kita, kondisi di laut tetap aman. Oleh sebab itu tadi pagi kita bersama PSDKP, Pol Air, TNI AU, dan Syahbandar melakukan pertemuan untuk membahas masalah tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Ade Winarko menambah, dari hasil pertemuan bersama instansi tersebut ada beberapa kesepakatan. “Pertama kita akan menggiatkan sosialisasi tentang alat tangkap tersebut. Kemudian kita akan melakukan operasi gabungan,” jelasnya.

Selain itu kata Ade Winarko, permasalahan tersebut juga sudah disampaikan kepada pihak Provinsi berkenaan dengan adanya kapal dari luar daerah yang tidak memiliki izin dari Provinsi Bangka Belitung tersebut.

Menurutnya, ketika kapal dari daerah atau Provinsi lain melakukan penangkapan ikan di luar dari daerah izin mereka maka, hal tersebut sudah menyalahi aturan. Dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71/Permen-KP/2016 alat tangkap Bokomi atau Compreng sudah diatur peruntukannya.

“Secepatnya kita akan melakukan operasi di lapangan bersama dengan instansi terkait. Jika tidak ada halangan malam ini kita akan turun kelaut (lokasi,red),” katanya sembari diiyakan Kabid Sumber Daya Perikanan (SDP) Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Abdul Sani. (rez)