Timses Paslon di Bateng Saling Bantah

by -

KOBA – Suasana rapat pleno terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) di GSG Kecamatan Koba pada Rabu (28/10) kemarin, tampak berbeda dari sebelumnya. Rapat dengan agenda rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Tambahan 1 (DPTb1) ini diwarnai sikap saling bantah antar Tim Sukses (Timses) kedua pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam Pemilukada Bateng tahun 2015 ini, yakni Timses Pahala dan Timses Perisai Bateng.
Pemandangan ini terlihat ketika pihak KPU Kabupaten Bateng meminta tanggapan dari kedua tim penghubung paslon terhadap rekapitulasi DPTb1 yang disampaikan. Namun, kedua tim penghubung ini tidak menyinggung persoalan DPTb1 yang diplenokan tersebut, melainkan menyampaikan berbagai persoalan terkait kampanye maupun Alat Peraga Kampanye (APK)
Andy Kurniawan dari tim penghubung paslon Erzaldi Rosman-Ibnu Saleh meminta pihak Panwaslu menegur masing-masing timses jika terjadi pelanggaran kampanye, terutama terkait pemasangan alat peraga.
“Kami tidak ingin terjadi perselisihan sesama timses. Jangan sampai paslon saling rangkul, tapi malah timsesnya yang bertengkar,” ujarnya.
Diungkapkannya, pada prinsipnya sebagai tim pemenangan paslon Perisai Bateng, pihaknya tetap menaati aturan dalam rangka menciptakan Pemilukada Bateng yang aman dan kondusif.  “Kalau ada pemasangan APK yang diluar ketentuan, kami minta untuk dapat diingatkan. Begitu juga untuk paslon yang lain. Supaya Pemilukada ini benar-benar kondusif. Karena pemasangan APK ini kan sudah ada ketentuannya, seperti brosur harus berukuran 10 cm x 5 cm yang dicetak oleh pihak KPU,” ungkapnya.
Sementara itu, Abdi Ansori dari tim penghubung paslon Patrianusa Sjahrun-Habibullah menyatakan pihaknya selalu berusaha untuk taat aturan. Hanya saja, diakuinya memang ada brosur Pahala yang menyalahi yang sudah terpasang saat ini, dimana brosur itu berukuran kertas A4. Akan tetapi, brosur itu bukan dipasang oleh pihaknya selaku timses resmi dari Pahala.  “Kita gak tahu pihak mana yang membuat dan memasangnya. Tapi, dari tim sebelah juga (Perisai Bateng-red) ada suatu brosur yang dibagikan kepada masyarakat diluar ketentuan APK yang dibuat oleh KPU,” ucapnya.
“Pada intinya kami tidak akan melanggar, kecuali ada yang memulai untuk melanggar. Pihak Panwaslu silahkan melakukan penertiban dan menegur, jika memang itu melanggar,” tambahnya.  (obh)