Tingkat Hunian Hotel Kembali Normal

by -
Jpeg

*Pasca GMT, Penurunan di Wisman, Pemerintah Diminta Terus Majukan Pariwisata

Jpeg
Foto A: ilustrasi.. hotel di Belitung

Kasih foto Jovita
TANJUNGPANDAN – Tingkat hunian hotel (okupansi) di Belitung pasca momen Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret 2016 lalu, kembali normal. Sebelumnya wisatawan sempat meledak. Sampai-sampai banyak wisatawan yang tidak kebagian kamar. Bahkan ada yang rela tinggal di rumah-rumah masyarakat.Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Belitung Jovita mengatakan, penurunan terjadi jelas terlihat pada wisatawan mancanegara (wisman). Sedangkan wisatawan nusantara (wisnus) masih banyak memenuhi hotel-hotel di Belitung.”Ada, huniannya kembali normal, seperti biasanya. Tidak seperti GMT, semacam ledakan tamu gitu yaa. Kemarin kan mancanegara ramai, sekarang drop lah, cuma wisatawan lokal nusantara aja,” kata Jovita dihubungi Belitong Ekspres melalui sambungan telepon, Kamis (17/3) kemarin.Ledakan kunjungan turis pada even GMT kemarin seperti menyakinkan investor dibidang pariwisata berinvestasi di Belitung. Pada even GMT tersebut Jovita memberikan masukan serta sedikit kritikan membangun untuk pemerintah daerah.Menurutnya kerjasama pemerintah daerah dengan pelaku pariwisata sudah berjalan baik. Hanya saja, pada even waktu lalu turis asing banyak yang tidak tahu lokasi titik pantau GMT. “Info titik lokasi, banyak tamu yang searching sendiri,” tukasnya.Lalu akses transportasi. Meski pemerintah sudah menyediakan bus, tapi para turis asing tidak mendapat jadwal keberangkatan bus. “Itu kan ada bus, mereka gak tahu tujuannya kemana, jam berapa. Mungkin karena baru even pertama ya,” tukasnya.Ia menambahkan, ke depan perlu ada lagi even yang bisa mengundang wisnus serta wisman. Kalau mengincar wisatawan asing, kata Jovita pemerintah harus membenahi terus transportasi bandara, keimigrasian, layanan publik, serta lebih banyak lagi promosi.”Tidak boleh lupa juga, terutama objek wisatanya. Jangan hanya pantai Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang saja. Kalau orang asing tertarik lebih ke wisata kampungnya, nature gitu,” ujarnya.Sebelumnya diberitakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung merilis jumlah wisman mencapai 1.667 orang ke Belitung. Jumlah wisnus mencapai 5.516 orang. Lainnya penduduk lokal yang juga antusias memadati Tanjung Kelayang.Bahkan jumlah diperkirakan belum ada yang belum terhitung. Disparekraf terus mengkonfirmasikan dengan relasinya jika ada wisatawan yang masih belum terhitung.”Data ini bukan hanya data hotel saja, termasuk misalkan wisatawan yang ada¬† keluarga di Belitung. Semua kita cek, kita coba keberadaan di otel, angka penerbangan juga yang dilihat. Walaupun masih tentatif, tapi hasil prediksi kita itu yang kita peroleh,” kata Kepala Disparekraf Kabupaten Belitung Ir Hermanto di ruang kerjanya, Kamis (10/3) pekan kemarin.Ia semula hanya mentargetkan jumlah wisman 750 hingga 1.000 orang. Sedangkan wisnus ditargetkan 4.000 hingga 5.000 orang. Wisman yang paling banyak diprediksi berasal dari Asia seperti China, Jepang, dan Eropa.Menurutnya jika jumlah wisatawan terus meningkat, ini akan menjadi ransangan menarik investor lebih banyak lagi ke Belitung. Sebagai contoh, tahun 2013 jumlah wisnus 131.091 orang dan wisman sebanyak 478 orang. Tahun 2014 jumlah wisnu meningkat jadi 196.617 orang dan wisman 3.206 orang. Tahun 2015 jumlah wisnus 247.053 orang dan wisman 4.387 orang.Jumlah tersebut dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun yang momen GMT menjadi sangat penting. Karena khusus momen ini saja, mampu menyedot wisman 1.667 orang. Ir Hermanto menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Belitung terus mencoba mempromosikan Belitung untuk terus meningkatkan jumlah wisatawan. “Kami terus membuat even-even pariwisata. Harapan kami juga Dinas-Dinas lain membuat even yang mendukung pariwisata,” kata dia.Tahun ini, even bertajuk Internasional yang akan digelar yaitu Sail Indonesia, Sail Wonderfull Indonesia, dan ada Sail Karimata. “Tahun ini kita daerah perlintasan Sail Karimata. Itu even selain rutimitas seperti Sail Indonesia dan Wonderfull Indonesia. Sekarang bagaimana kita menggelar ini,” tukasnya. (ade)