Tingkat Partisipasi Pemilih Turun?

by -

*Diduga Karena Faktor Cuaca

beltim-edisi-16-februari-2017-perhitungan-suara
Proses perhitungan suara di TPS 3 Desa Senyubuk Kelapa Kampit. Nampak Bupati dan Kapolres menyimak pelaksanaan penghitungan suara. Foto : ist

Manggar– Hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) membuat pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) sedikit terganggu. Para pemilih terlihat lebih betah di rumah dan enggan beranjak untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Informasi yang diperoleh Belitong Ekspres dari Diskominfo Beltim menyebutkan, 10 TPS di Kecamatan Manggar, Damar dan Kelapa Kampit Rabu (15/2), hingga pukul 11.00, rata-rata jumlah partisipasi pemilih hanya mencapai tingkat 40 persen. Jumlah partisipasi ini jauh menurun dibanding pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun 2015 lalu yang mencapai 76 persen.

“Gak bisa apa-apa, ini faktor alam. Hujan ini dari berkah dari Allah. Kita hanya bisa menghimbau,” ucap Bupati Beltim, Yuslih Ihza saat melakukan peninjauan pelaksanaan Pilkada di TPS VI Desa Padang Kecamatan Manggar.

Bupati yang didampingi Forkominda Kabupaten Beltim pun berinisiatif kembali menghimbau warga datang ke TPS. Mikropone mesjid dan surau serta mobil penerangan pun digunakan untuk mengajak warga yang belum menyuarakan hak pilihnya.

“Sebelum Adzan Dzuhur, nanti kita minta seluruh mesjid yang ada untuk mengajak masyarakat gunakan hak pilih mereka. Kita juga akan gunakan mobil penerangan untuk pengumuman ajakan partisipasi,” terang Yuslih.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Beltim, Pirmawan yang juga turut dalam rombongan peninjauan menekankan factor cuaca adalah kendala yang tak bisa dihindari. “Dak masalah itu, yang penting kita sudah berupaya. Ini kan force mayor, saya juga sudaj intruksikan selueuh PPS untuk terus mengajak masyarakat,” ungkap Pirmawan.

Pirmawan juga mengatakan waktu pelaksanaan pemungutan tidak bisa ditambah. Mengingat hal tersebut sudah menjadi kententuan dalam Pilkada. “Pukul 07.00 dimulai, pukul 13.00 selesai, dilanjutkan perhitungan. Dak bisa tambah-tambah waktu, biarpun ada hujan dan nunggu yang datang ingin partisipasi,” jelas Pirmawan.

Menurutnya berapa pun jumlah partisipasi pemilih tidak akan menjadi indikasi kegagalan sebuah proses Pilkada. Sepanjang pihak penyelenggara dan pemerintah daerah sudah berupaya mengajak masyarakat.

“Tadi saja pemerintah daerah sudah berinisiatif dan berkoordinasi untuk menggunakan kendaraan dinas demi membantu masyarakat agar datang ke TPS. Cuman kan dak bisa, kalau dak seluruh TPS dak adil, kalau mau harus semuanya,” ujarnya.(feb)