TNI AL Giat Patroli di Babel

by -

* Menyusul Penemuan Mayat di Membalong

TANJUNGPANDAN- Pasca ditemukannya mayat tanpa diketahui identitasnya di Pulau Seliu Kecamatan Membalong beberapa hari lalu, anggota TNI AL Bangka Belitung terus melakukan patroli di wilayah perairan Babel. Langkah in iditempuh menyusul kabar yang diterima TNI AL tentang adanya sejumlah korban tenggelam dari beberapa anak buah kapal yang menempuh rute Jakarta-Batam.
Danpos AL Mendanau Kaptem (PM) Muhammad Salam mengatakan, saat ini anggota TNI AL terus melakukan patroli di kawasan Timur Tanjungpandan. Selain itu, anggota juga mencari obyek-obyke yang bisa mendukung dalam proses pencarian.
“Diperkirakan ada temuan-temuan baru, bisa juga mayat yang masih mengambang di seputaran Pulau Seliu. Sebab, saat ini kondisi cuaca memasuki musim angin Tenggara,” ujar Kapten (PM) Salam kepada Belitong Ekspres, Jumat (14/8) kemarin.
Dijelaskan Danpos AL Mendanau, belum diketahui secara pasti asal mayat-mayat tersebut. Sebab, saat jenazah ditemukan, identitas sudah tidak dapat dikenali, lantaran hancur karena berminggu-minggu mengapung di air.
“Perkiraan mayat  yang ditemukan adalah nelayan asal Batam dan juga Jakarta. Diduga Mereka meninggal akibat terjatuh dari kapal dan terseret ombak hingga jenazah tak dapat perlindungan,” katanya.
Dikatakan, untuk mencari keberadaan mayat-mayat ini, Mabes Angkatan Laut (Mabes AL) mengerahkan KRI Kujang, untuk melacak keberadaan jenazah-jenazah yang diduga masih berada di Perairan Babel, khususnya kawasan Pulau Seliu.
“Saat ini, kapal tersebut sudah mulai melakukan pencarian di lokasi. Selain kapal, Mabes AL juga menerjunkan satu pesawat KASA U-518, milik Angkatan Laut,” ujar Kata Danpos AL Mendanau ini.
Kapten (PM) Salam menghimbau kepada para nelayan agar berhati-hati saat melakukan pelayaran menuju arah Timur Tanjungpandan. Sebab, saat ini kondisi di lokasi tersebut bisa dikatakan bahaya dan status waspada.
“Ketinggian ombak yang kami terima dari BMKG (Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika) Kepulauan Babel, mencapai dua hingga tiga meter. Jadi, para nelayan harus hati-hati,” pungkasnya. (kin)