Tokoh Agama Prihatin Remaja Tertangkap Pesta Miras

by -

*Peran Orang Tua Dalam Mempertikan Anak Sangat Diperlukan

TANJUNGPANDAN-Tokoh agama di Belitung yang juga pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arofah, Heikal Fackar mengaku prihatin dengan kasus lima remaja di bawah umur tertangkap saat pesta miras, Sabtu (26/3) lalu.
Menurutnya, peran aktif orang tua dalam memperhatikan anaknya sangat diperlukan. Sebab, dijelaskan Heikal Fackar efek minuman keras menyebabkan perilaku negatif, bahkan berujung pada tindak pidana kriminal.
“Peran orangtua sangat diperlukan. Khususnya dalam hal ini, anak-anak harus mendapatkan perhatian, salah satunya pendidikan islam,” ujar Heikal Fackar kepada Belitong Ekspres, Senin (28/3) kemarin.
Pegiat pendidikan berbasis Pondok Pesantren ini, juga berharap kepada masyarakat agar peduli lingkungan dan membuang kebiasaan buruk seperti minuman keras. “Jangan selalu mengandalkan pihak berwajib untuk mengontrol pergaulan remaja,” katanya.
Heikal pun mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang telah melakukan razia khususnya penyakit masyarakat. Dirinya meminta saat razia, harus melibatkan ulama maupun tokoh agama. Sehingga, pemuda yang ditangkap dapat diberi pembinaan secara moral oleh ulama.
“Dan juga untuk pemerintah, harus segera terbitkan peraturan daerah yang melarang keras peredaran miras di toko-toko. Sebab, para pemuda saat ini sangat gampang untuk mendapatkan minuman keras,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Lima orang remaja, empat di antaranya masih di bawah umur diamankan jajaran Polres Belitung lantaran tertangkap saat pesta minuman keras (miras). Mereka diamankan saat Polisi melaksanakan Cipta Kondisi di Jalan Pagar Alam, Kelurahan Air Saga, Sabtu (26/3) akhir pekan lalu.
Mereka yang diamankan masing-masing berinisial DM (16), Er (16), SP (15) dan FJ (15), serta pria bernama Rizal (18), semuanya merupakan warga Jalan Telexa Air Ketekok, Tanjungpandan. Mirisnya , dua orang masih duduk dibangku SMP dan dua orang masih pelajar SMA dan satu orang lagi putus sekolah. (kin)