Tolak Keras Kontes Miss Waria

by -

*Ormas Islam Datangi Kantor Walikota

PANGKALPINANG – Meski sudah dibatalkan, namun rencana penyelenggaran pemilihan Miss Waria Duta HIV/AIDS 2017 oleh Yayasan Wijaya Kusuma Bangka Belitung hingga kini terus menuai protes dari kalangan masyarakat. Kali ini protes datang dari para ormas Islam.

Kamis (16/3/2017) sekitar pukul 09.30, dua ormas Islam di Kota Pangkalpinang yakni Hizbut Tahrir Indonesia Kota Pangkalpinang dan BKPRMI Kota Pangkalpinang mendatangi Kantor Walikota Pangkalpinang. Kedatangan mereka hanya untuk menolak rencana yang jelas-jelas dilarang oleh agama Islam.

Pantauan Babel Pos, kedatangan mereka disambut oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang Suparyono, Kasat Pol PP Pangkalpinang Rasdian Setiady dan Sekretaris Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kota Pangkalpinang Sarbini.

Ketua HTI Kota Pangkalpinang, Deni menegaskan bahwa kedatangan pihaknya sengaja dilakukan untuk menolak secara keras rencana kontes Miss Waria tersebut. Menurutnya,
“Selaku ormas, kami wajib mengingatkan dan menasehati. Apalagi kontes Miss Waria ini bertentangan dengan agama Islam,” katanya.

Menurut Deni, munculnya kegiatan yang menyimpang ini didorong karena ada budaya hedonis tau hidup serba bebas yang saat ini sudah masuk di Kota Pangkalpinang. Hal itu disebabkan semakin jauhnya masyarakat muslim dari tuntutan secara Islam.

“Kalau kontes waria ini jadi, kan bisa membuka pintu orang-orang untuk eksis berbuat maksiat dan menyimpang. Dan efeknya akan berdampak luar biasanya negatifnya bagi kota kita khususnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Namun selaku perwakilan ormas Islam, dirinya merasa bersyukur akhirnya kontes waria ini dibatalkan. Hal itu, katanya, tidak terlepas dari langkah cepat yang dilakukan oleh Pemkot Pangkalpinang dan pihak kepolisian.
“Jadi kita apresiasi langkah pemkot dan polres atas antisipasi dininya. Karena kalau tidak, siap-siap kita menerim azab yang sangat pedih dari Allah SWT,” imbuhnya.

Senada dengan Deni, Ketua BKPRMI Kota Pangkalpinang Awanto menambahkan rencana kontes waria ini merupakan salah satu modus penyimpangan agama Islam. Sebab didalam Islam, katanya, sudah dijelaskan bahwa Allah hany menciptakan dua jenis kelamin yakni laki-laki dan wanita.  “Tidak ada Allah menciptakan waria. Waria adalah prilaku yang menyimpang dan prilaku seperti ini harus kita rubah sejak dini,” katanya.

Menurut Awanto, niat untuk mensosialisasikan bahanya virus HIV/AIDS memang merupakan upaya yang sangat bagus. Akan tetapi, tegasnya, masih banyak cara lain untuk mensosialisasikan bahaya virus yang mematikan itu.
“Bukan malah menggelar kontes waria seperti ini. Karena ini cara yang salah dan tidak dibenarkan. Untuk itu, kami selaku ormas Islam berharap agar hal seperti ini tidak terulang kembali,” pintanya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang Suparyono saat ditemui harian ini mengaku terkejut ketika mendapatkan laporan adanya kontes waria tersebut. Terlebih didalam selebaran kontes waria yang beredar itu yang menyebutkan bahwa sudah mendapatkan izin dari Pemkot Pangkalpinang melalui dinas terkait.
“Jadi ketika mendapatkan laporan ini, kami langsung berkoordinasi dengan SKPD terkait, rupanya kita tidak pernah memberikan izin kontes ini. Makanya kami pun langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” kata Suparyono.

Setelah berkoordinasi itu, lanjutnya, pihak panitia meminta maaf dan berjanji tidak akan menggelar kontes tersebut. Dan ini tak terlepas dari kinerja Polres Pangkalpinang.  “Untuk itu mewakili pemkot, saya mengucapkan terima kasih atas gerak cepatnya terutama untuk Pak Kapolres. Dengan adanya deteksi dini dari pihak kepolisian kami merasa terbantu sekali. Demikian halnya untuk ormas Islam yang juga telah peduli terhadap Kota Pangkalpinang,” pungkasnya.(pas)