TPA Pilang Dinilai Langgar Hukum

by -

*Isyak Desak Pemda Bertindak Cepat, Ancaman Mulai Datang

foto A- dok TPA sampah pilang (4)

Foto A: dok/be
Lokasi TPA Pilang yang sudah sejak lama diprotes,  tapi jawaban pemda klise.

TANJUNGPANDAN- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kawasan Pilang dinilai sudah melanggar hukum, bahkan melanggar hak asasi. Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Isyak Meirobie, kepada Belitong Ekspres, Minggu (9/8), tadi malam.
Isyak meminta kepada Pemda Kabupaten Belitung untuk merealisasikan penyerahkan TPA untuk mengganti yang saat ini berada di Pilang. Hal tersebut perlu dilakukan secepatnya, sebelum masyarakat sekitar mengambil tindakan.
“Kita sudah tahu, TPA Sadai selesai dibangun. Tapi, belum juga aset tersebut diserakan ke Pemda Kabupaten Belitung. Saat kami tanyai, jawaban SKPD selalu sama mengenai masalah ini (belum diserahkan,red),” ujar Isyak Meirobie.
Isyak menjelaskan, seandainya TPA Sadai bermasalah, pemda segera membuat alternatif di luar Tanjungpandan. Untuk membangun TPA, pemda harus mengusahakan lokasinya jauh dari pemukiman warga.

“Jangan tunda lagi, TPA Pilang sudah over load (melebihi kapasitas,Red). Kawasan Pilang dulu masih dikelilingi hutan, jadi bau tidak sampai menyengat. Namun, saat ini kawasan tersebut sudah menjadi lokasi padat penduduk,” jelasnya Ketua DPD Nasdem Belitung itu.

Dikatakan Isyak, warga Pilang memiliki hak asasi untuk menikmati hidup sehat tanpa polusi udara dari pembakaran sampah, yang mengakibatkan bau busuh menyebar di kawasan Pilang hingga memasuki Dukong.

“Ini sangat tidak manusiawi, tiap sore dan malam mereka (warga Pilang,red) menghisap aroma bau tidak sedap yang ditimbulan akibat sampah ini. Bahkan akibat bau ini, ada salah satu warga terkena ISPA (Infeksi Saluran Nafas Atas),” katanya.

“Akibat debu-debu bekas pembakaran jika tertiup angin, akan masuk ke dalam rumah warga. Saya khawaatir emosi kesabaran masyarakat habis, dan akan memblokir kendaraan-kendaraan sampah yang melintas di kawasan tersebut,” sambungnya.

Dia meminta, Pemda Kabupaten Belitung harus proaktif. Isyak mengancam akan memimpin gerakan masyarakat, jika dalam waktu yang ditentukan TPA Pilang masih beroperasi.
“Kecamatan Tanjungpandan sudah tidak layak dan tak pantas menjadi TPA. Untuk Bappeda, BLHD, Dinas Kebersihan dan Pasar jangan diam saja. Kami akan minta pertanggung jawaban mereka mengenai masalah ini,” tandasnya. (kin)