TPID & Kominda Sidak Sembako

by -

*Harga Mulai Merangkak

PANGKALPINANG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pangkalpinang bersama Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Kota Pangkalpinang menggelar inspeksi mendadak (sidak) pedagang sembako, Kamis (2/6) kemarin. Tim yang terdiri dari belasan orang ini guna memastikan stok dan harga sembako aman menjelang bulan suci ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Pantauan Babel Pos, tim yang dipimpin langsung Pelaksana Tugas Sekda Kota Pangkalpinang sekaligus Ketua TPID Pangkalpinang Radmida Dawam ini melakukan sidak di Pasar Sembako Pangkalpinang. Ada pun yang dikunjungi di antaranya pedagang sembako, pedagang cabe, pedagang ayam dan pedagang daging.

Selain itu, tim juga menyempatkan diri untuk mengecek stok dan harga beras di tingkat distrubor yang berada di kawasan Jalan Sungai Selan milik Akhiong.

Ditemui usai sidak, Radmida mengakui sidak ini merupakan kegiatan rutin tahunan TPID dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri. Alhasil, kata Radmida, dari hasil sidak ini bisa mengetahui kondisi sebenarnya stok dan harga sembako.

“Alhamdulillah stok dan harga sembako masih aman dan cukup hingga lebaran nanti. Demikian juga dengan harganya yang masih relatif stabil meski ada beberapa juga yang naik seperti ayam, tepung terigu dan daging sapi,” ujar Radmida.

Namun demikian, ditegaskan Radmida, dalam hal ini TPID bersama Kominda akan terus melakukan monitoring secara rutin tentang pengendalian. Sebab, katanya, jangan sampai selama ramadhan ini terjadi inflasi.

“Kita juga berharap kepada masyarakat walaupun kebutuhan selama ramadhan dan lebaran itu lebih dari hari biasanya, agar tidak berlebihan dalam memenuhi kebutuhannya,” pintanya.

Senada dengan Radmida, Sekretaris TPID Kota Pangkalpinang Fitriansyah yang juga selaku Asisten II Pemkot Pangkalpinang ini menambahkan selain monitoring piha juga akan melakukan operasi pasar selama ramadhan. Hal itu, katanya, sebagai salah satu upaya mengantisipasi lonjakan kenaikan harga.

Karena dari hasil sidak, disebutkan Fitriansyah, ada beberapa barang yang naik diantaranya terigu dari harga Rp9 ribu perkilogram naik menjadi Rp10 ribu perkilogram, ayam broiler dari harga Rp35 ribu naik menjadi Rp40 ribu perkilogram dan daging sapi dari harga Rp110 ribu perkilogram naik menjadi Rp120 ribu perkilogram.

“Sedangkan yang lainnya seperti beras, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih dan cabe relatif stabil bahkan cendrung menurun dari pekan sebelumnya. Dan perkembangan harga ini sebelumnya sudah kita paparkan dalam rapat bersama TPID dan Kominda sebelum sidak digelar,” katanya sembari menambahkan rapat tersebut digelar secara rutin setiap sebulan sekali.

Oleh karenanya, tambahnya, dalam kesempatan ini pihaknya mengucapkan terima kasih kepada tim yang terdiri dari BI, Bulog, BPS, Pelindo, Kodim, Polres dan Lanal yan telah berkenan hadir dalam rapat dan sidak bersama guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyambut ramadhan dan lebaran.

“Semoga dengan adanya kegiatan kita ini, perekonomian Pangkalpinang membaik dan masyarakatnya pun bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman dan tentram,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TPID Kota Pangkalpinang, Bayu Martanto juga menambahkan bahwa dari tinjauan yang dilakukan untuk stok beras dan gula dinilai cukup. Yang diwaspadai, kata dia adalah untuk komoditi bawang merah. Bawang merah, kata dia dari keterangan sub agen diketahui disuplai dari luar daerah dengan sifat harian.

“Ada yang kita waspadai, yaitu  bawang merah karena sifatnya harian, apabila distribusi terhambat maka tentu stok dan suplai ke masyarakat menurun, makanya perlu langkah antisipasi. Kalau untuk beras cukup lah, sejauh ini permintaan konsumen bisa mencukupi,” kata Bayu.

Pada kesempatan itu, Bayu menyampaikan pesan kepada masyarakat saat Ramadhan dan jelang Idul Fitri untuk dapat menahan diri dan tidak konsumtif. Warga diminta untuk bijaksana dalam berbelanja dan mementingkan kebutuhan ketimbang keinginan.

“Nantinya juga dari pemkot akan menggelar pasar murah, tujuannya tentu untuk mengantisipasi apabila terjadinya gejolak harga. Dan untuk beras raskin akan juga disalurkan segera dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Bayu yang juga menjabat Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Babel ini menuturkan bahwa secara umum angka inflasi dapat dikendalikan. Bahkan Mei lalu, Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,11 persen, karena harga secara umum alami penurunan.

“Untuk itu kedepan, kita berharap perlu ada perbaikan kedepan terhadap komoditi daging ayam ras yang mengalami kenaikan,” tukasnya. (pas)