TPS Pasar Inpres Ditutup

by -

 

*Pasca Relokasi Pedagang ke Lokasi Pasar Baru

TANJUNGPANDAN-Pasca relokasi pedagang Pasar Inpres di Kampong Parit ke lokasi Baru, Sabtu (28/11) lalu, kondisi sampah di Jalan saidan Tanjungpandan sudah overload.

Pantauan Belitong Ekspres di lokasi, Selasa (1/12) kemarin terlihat, tumpukan sampah dan bekas-bekas bangunan berceceran di kawasan tersebut. Untuk mencegah masyarakat membuang sampah di tempat ini, warga sekitar membuat spanduk yang bertuliskan “Tempat Pembuangan Sampah Ini Di Tutup”.

Kabit Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota (DKPP) Kabupaten Belitung  Sumarno mengatakan, mulai Senin (1/12) kemarin lokasi Pasar kampong Parit Lama disterilkan dari sampah.

“Ini merupakan permintaan masyarakat sekitar untuk tidak lagi membuang sampah dilokasi (TPS) pasarTradisional kampong parit. Karena pasar kampng parit sudah pindah ke lokasi baru,” ujar Sumarno.

Sumarno menjelaskan, untuk menjaga kebersihan di TPS Pasar Tradisional, DKPP membagikan bantuan berupa drom, gerobak sampah. Selain itu juga memberikan kendaraan rodatiga  (kendaraan tosa), untuk pengangkut sampah.

“Tempat pembuangan sampah di Pasar Tradisional Kampong Parit sebenarnya hanya untuk pedagang pasar. Namun terkadang ada masyarakat yang membuah sampah di (TPS), tapi sekarang sudah tidak boleh lagi membuang sampah di situ karena sudah ditutup” jelasnya.

Selain itu, (DKPP) akan terus bekerja untuk menjaga kebersihan. DKPP meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang itu yang mendasar penting. “Ini Agar Belitung tetap sehat dan bersih,” kata sumarno.

Sementara itu, Imam salah seorang pedagang yang tidak jauh dari pasar tradisonal mengatakan, ia mendukung dengan adanya spanduk yang bertuliskan larangan membung sampah tersebut.

“Kalau buang di situ lagi (TPS), pasar tradisional lama, bisa menyebabkan bau busuk menyengat dan menimbulkan penyakit,” tuturnya. (mg1)