Trio ABG Membunuh!

by -

*Pembunuhan Hendi Sudah Direncanakan
* Dua Diringkus, Satu Pelaku Jadi Buronan

AKHIRNYA, kerja keras jajaran Polsek Taman Sari, Pangkalpinang yang dipimpin Kapolsek Kompol Nur Samsi, membuahkan hasil.  Kematian Hendi Pratama (25), warga Jalan Fatmawati, Kampak, Kecamatan Gerunggang yang diduga dibunuh, terkuak sudah.
Subuh kemarin (29/4), Tim Buru Sergap Polsek Taman Sari berhasil meringkus 2 pelaku.   Ironis memang, karena ternyata kedua pelaku diketahui masih di bawah umur bahkan terbilang masih anak baru gede (ABG), salah satunya berstatus pelajar salah satu SMP di Pangkalpinang.  Mereka adalah DE (13) ditangkap pukul 02.00 WIB dan AL (15) ditangkap pukul 03.00 WIB yang diamankan di kediamannya masing-masing di wilayah Kecamatan Gabek.  Penangkapan yang dipimpin langsung Kapolsek Taman Sari, Kompol Nur Samsi itu mengungkap bahwa ternyata ada 3 pelaku pembunuhan dalam kejadian ini. Seorang lagi, diketahui JE (17) masih dalam perburuan.
“Akhirnya, kita bisa melakukan pengungkapan kasus ini dimana korban diduga dibunuh. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan saksi yang ada di lapangan, lalu kita lakukan kesimpulan dan pendalaman, akhirnya subuh tadi kita melakukan penangkapan terhadap pelaku. Kita apresiasi keberhasilan Polsek Taman Sari ini,” ujar Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo kepada harian ini saat ekspos kasus, kemarin.
Walaupun diakui bahwa sedikit petunjuk didapatkan di TKP yaitu lokasi penemuan jenazah korban di kawasan hutan dekat Stadion Depati Amir, Jalan Lumba-Lumba, namun perlahan polisi menemukan titik terang. Sejumlah saksi didapatkan untuk memperkuat tindakan polisi dalam menangkap para pelaku.  “Kita dapatkan 3 saksi seperti yang pertama dari pihak keluarga korban yakni sebatas menemukan korban dan informasi awal. Lalu, kita dapatkan 2 saksi lagi yang cukup kuat mengarah kepada pelaku. Saksi ini mengetahui dan melihat saat para pelaku sedang bersama korban, sehingga dari ini kita bisa menelusuri kejadian tersebut,” ujar Kapolres.
Tidak hanya para pelaku saja, polisi  juga sudah mengamankan 2 batang kayu akasia yang digunakan untuk menghabisi korban hingga tewas. Sementara itu, sebuah sepeda motor Honda Revo milik korban dan yang digunakan para pelaku pun ikut diamankan dan dibawa ke Mapolsek Taman Sari. “Kita tinggal memburu pelaku yang seorang lagi berinisial JE,” imbuh Kapolres.
Dengan demikian, kuat perkiraan bahwa para pelaku akan dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Mengingat para pelaku masih dibawah umur, tindakan yang akan digunakan oleh pihak kepolisian dengan menggunakan sistem peradilan anak. “Mereka akan didampingi oleh Bapas. Ancamannya akan dikenakan 3 pasal yaitu 170, 365 dan 340, karena ada unsur pembunuhan berencana,” pungkas Kapolres.

Tak Diberi Uang?
Lalu, apa motif para pelaku menghabisi korban?  Ternyata para pelaku kesal karena korban tidak memberi uang saat para pelaku memintanya.
“Ku sakit hati karena die (korban, red) ngata ku, nantang-nantang ku. Jadi kutinju,” kata AL saat ditanyakan wartawan yang tertunduk mengungkapkan rasa kesalnya kepada korban kemarin.
Informasi yang dihimpun harian ini, ketiganya sudah berencana mengajak korban untuk bertemu di kawasan hutan dekat Stadion Depati Amir, Jalan Lumba-Lumba pada Jum’at siang yang lalu (22/4). Dimana, hari itulah pihak keluarga korban menjadi panik dan menyatakan bahwa korban sudah hilang. Para pelaku menjebak korban di lokasi tersebut yang menjadi tempat eksekusi pembunuhan.
Sesampainya korban di lokasi, mereka terlibat percakapan ringan.  Namun, tak disangka, DE langsung menjambak rambut dan mencekik leher korban.  Korban yang kaget tak bisa memberikan perlawanan lebih.  AL pun langsung membantu menghujamkan pukulan ke wajah korban. Dan langsung disambut pukulan menggunakan kayu yang dilakukan oleh JE.
Ini lah yang menjadi titik terang tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Dimana ada tanda bekas jeratan di leher korban yang ternyata bekas cekikan. Dan gigi korban yang copot dan goyang yang ternyata adalah bekas pukulan. Ditambah ada luka di bagian kepala dan lengan yang diduga adalah bekas pukulan dengan kayu. “Kami bertiga la yang bunuh,” imbuh AL.
Saat korban sudah terkapar, ketiganya pun pergi dari lokasi kejadian dan mulai menghidupkan sepeda motor. Namun, AL kembali dan memastikan korban apakah sudah mati atau belum. Saat itu, AL kembali menghajar korban dengan menggunakan kayu dan memastikan korban meninggal. “Saya pegang denyut nadinya,” kata dia.
Sampai saat ini, aparat penyidik Unit Reskrim Polsek Taman Sari masih mendalami pemeriksaan terhadap para tersangka. “Motif kasus ini rasa sakit hati. Jadi mereka ini antara pelaku dan korban memang saling kenal. Pihak kepolisian masih mendalami pemeriksaan untuk menguatkan bukti-bukti hasil penyelidikan,” ujar Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo.(aka)