Truk Tambang Dilarang Lewat Tanjungpandan

by -

*Pemda Berikan Batas Waktu Hingga 18 September 2015

TANJUNGPANDAN-Truk-truk pengangkut material tambang yang biasanya melewati jalanan di Kota Tanjungpandan, harus siap-siap mengalihkan jalur ke arah Pelabuhan Tanjung Batu. Pasalnya, Pemerintah Daerah sudah memberikan batas waktu hingga hingga 18 September 2015 mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung Ayi Thamrin Arifin mengatakan, sejak hari ini (kemarin,Red) pengusaha sudah mulai bersiap. Hingga tanggal 18 September 20156, semua aktivitas truk bermuatan material tambang tidak lagi di Kota Tanjungpandan.
“Kita beri waktu satu bulan sejak hari ini (kemarin,Red) angkutan yang terkait dengan tambang. Deadlinenya 18 September seluruh angkutan material tambang sudah dialihkan ke Tanjung Batu. Satu bulan ini untuk menghabiskan yang ada di Tanjungpandan,” kata Ayi usai rapat koordinasi pengalihan rute di Kantor Bupati Belitung, Selasa (18/8) kemarin.
Dishubukominfo akan berkoordinasi langsung dengan Satlantas Polres Belitung di lapangan. Jika nanti ditemukan ada truk membandel tetap beroperasi di Tanjungpandan. “Itu Satlantas langsung (yang menindak,Red). Bahkan dua kali sanksi itu (tilang) izinnya dicabut,” ujarnya.
Meski begitu, belum ada rute mana saja yang dilarang dilewati. Pemerintah masih akan melakukan rapat teknis lanjutan untuk menentukannya. “Setelah hari ini kita akan adakan rapat teknis mengenai rute,” tukasnya.
Sejauh ini, dalam tenggang waktu satu bulan Pemerintah Kabupaten Belitung juga tengah bersiap. “Persiapan kita disana sedang berlangsung. Kita juga sebagai pemerintah daerah mempersiapkan apa saja fasilitas yang kurang,” ujarnya.
Sementara Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) meminta petugas teknis tegas melakukan tugas. Apalagi Belitung sudah menetapkan sebagai kawasan pariwisata.  “Itu nanti sesuai dengan tupoksi masing-masing. Mungkin dari jajaran Satlantas akan otomatis melakukan tindakan,” tukasnya.
Menurutnya pengalihan rute ini sangat mendasar. Pertama lalu lalang masuk kota sudah krodit. Di sisi lain menurut Sanem, pelabuhan yang dipakai saat ini yakni Pelabuhan Tanjungpandan tidak layak dioperasionalkan untuk material tambang. Di sisi lain Belitung sudah menyiapkan Pelabuhan Tanjung Batu.
“Kita ini kan sudah banyak keluhan persoalan angkutan material tambang ini. Untuk dasar itulah. Pelabuhan juga sudah jadi, diresmikan presiden,” tutup Sanem.
Salah satu pengusaha, Rudi tidak keberatan dengan pengalihan rute ini. Apalagi pemerintah memberikan waktu satu bulan. Hanya saja ongkos transportasi sedikit bertambah. “Enggak la bang, tadi kan sudah dijelaskan,” kata Rudi.(ade)