Tusuk Janda Muda Belitung 3 Kali, Duda Terancam Penjara Seumur Hidup

by -
Tusuk Janda Muda Belitung 3 Kali, Duda Terancam Penjara Seumur Hidup
Kapolres Belitung AKBP Ari, Wakapolres Belitung Kompol Andi, dan Kasatreskrim Iptu Chandra menunjukkan barang bukti dan pelaku, saat konferensi pers, Senin (8/6).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Polres Belitung resmi menetapkan Martin alias Andre (34) sebagai tersangka penusukan terhadap Winda (WN) yang berstatus janda dua anak. Hal itu diungkapkan Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Belitung, Senin (8/6).

Bahkan atas perbuatan menusuk janda muda 21 tahun itu, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHP Junto 53 Ayat 1 Pasal 351 KUHP Tentang Percobaan Pembunuhan berencana. Yaitu, Ancaman hukumannya pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.

AKBP Ari menjelaskan, peristiwa ini berawal saat tersangka mengajak korban untuk berhubungan intim (ML) di kontrakannya kawasan Simpang Membalong, Jumat malam. Namun, wanita yang berstatus janda ini menolak ajakan duda anak dua asal Palembang, Sumatera Selatan, yang bekerja di Kabupaten Beltim.

“Saat si wanita ini menolak, tersangka mengancam akan membunuhnya. Namun ancaman tersebut tidak dihiraukan oleh korban WN,” kata AKBP Ari Mujiyono kepada wartawan usai menggelar press release memperlihatkan tersangka dan barang bukti percobaan pembunuhan.

Kapolres melanjutkan, sekitar beberapa jam kemudian tersangka mencari korban. Kemudian WN, Dk (adik WN) dan Martin bertemu di kawasan jembatan Martapura, Air Kelubi. Setelah bertemu kedua terihat cekcok. Tanpa basa-basi tersangka langsung mendorong korban.

“Setelah itu tersangka menusuk korban dengan pisau yang disiapkan sebanyak tiga kali. Yakni di bagian usus (perut) dan paha. Namun dari pengakuan tersangka dia menusukan sebanyak dua kali,” ungkap pria asal Sragen Jawa Tengah ini.

Usai melancarkan aksinya, tersangka yang dalam kondisi masuk setelah mengkonsumsi tuak ini langsung kabur ke Belitung Timur, dengan mengendarai motor matik miliknya. Melihat sang kakak bersimbahan darah, DK langsung menelpon orang tuanya.

“Pada Sabtu dini hari, korban dilarikan ke RSUD dr H Marsidi Judono. Setelah itu, pagi harinya pihak keluarga melaporkan peristiwa penusukan ke SPKT Polres Belitung,” jelas pria jebolan Akademi Kepolisian (AKPOL) 2000.

Tak butuh waktu lama Jajaran Satreskrim Polres Belitung untuk menangkap tersangka. Usai mendapat laporan itu, polisi langsung mengejar Martin yang diketahui berada di wilayah Manggar, Kabupaten Belitung Timur.

“Pelaku diamankan tanpa perlawanan. Setelah mengamankan tersangka, kita juga amankan barang bukti lain seperti baju dan motor milik tersangka yang digunakan saat menjalankan aksinya (tindak pidana),” tutur Kapolres Belitung.

AKBP Ari menambahkan, saat ini pihak kepolisian terkendala barang bukti lain. Yakni pisau yang digunakan untuk menyakiti korban dibuang oleh tersangka di sekitaran arah Tanjungpandan hingga Manggar.

“Untuk korbannya saat ini sudah sadar setelah mengalami koma. Namun, WN masih belum bisa diminta keterangan lantaran baru selesai dilakukan operasi,” pungkasnya.

Sementara itu, tersangka Martin mengakui perbuatannya. Dia melakukan perbuatan tindak pidana tersebut lantaran faktor pengaruh minuman keras (miras). “Ya saat itu saya habis minum tuak,” kata Martin kepada wartawan.

Sebelumnya Direktur RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan dr Hendra mengatakan, kondisi pasien sudah mulai membaik setelah dilakukan operasi selama tiga jam setengah. Bahkan WN sudah mulai sadar diri, setelah mengalami koma.

Dijelaskan dr Hendra, korban mengalami luka cukup serius akibat tusukan benda tajam. Hasil pemeriksaan ditemukan luka tembus sampai pangkal usus. Sehingga dari tim dokter melakukan tindakan pemotongan usus akibat luka tujuk.

“Kita sudah lakukan operasi selama tiga jam setengah. Setelah dilakukan operasi, kondisi korban sudah membaik. Bahkan sekarang sudah mulai sadar. Dan sekarang pasien masih dirawat di Ruang ICU,” tukas dr Hendra.

Seperti diberitakan sebelumnya Diduga motif asmara, seorang pria sebut saja Jojon bukan nama sebenarnya, (34) warga Palembang, Sumatera Selatan, nekat menusuk teman wanitanya WN (21) warga Pelempang Jaya, Sabtu (6/6) dini hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, belum tahu pasti kronologis kejadian. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban yang bersatus janda itu. Hingga akhirnya melakukan penusukan. (kin)

Editor: Yudiansyah