Uang Koperasi Ratusan Juta Diduga Digelapkan, BPD Selumar Tanyakan Proses Perkara

by -
Uang Koperasi Ratusan Juta Diduga Digelapkan, BPD Selumar Tanyakan Proses Perkara
BPD Selumar dan anggota Koperasi Plasma Sejahtera Bersama saat melakukan konferensi pers di Pokja Wartawan Belitung.

Polisi Sebut Masih Periksa Saksi-Saksi

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dugaan penggelapan uang Koperasi Plasma Sejahtera Bersama Desa Selumar Kecamatan Sijuk kini tengah menjalani tahap pemeriksaan saksi di Polres Belitung. Kasus ini dilaporkan Kepala Desa Selumar Iman Rafli dengan Surat Tanda Bukti Laporan (STBL) No. Pol. :STBL/B 04/I/2020/BABEL/RES BELITUNG.

Namun, perjalanan kasus itu cukup memakan waktu yang lama. Tahapan mediasi sudah beberapa dijalani antara ketua Koperasi Evan Sonata yang diduga sebagai pelaku bersama anggota Koperasi Plasma Sejahtera Bersama.

Hal itu menurut keterangan Ketua BPD Desa Selumar, Syahnan yang ikut mendampingi anggota koperasi (masyarakat) saat mendatangi Polres Belitung pada Senin (20/01/2020) pagi. Mereka datang menanyakan proses perkara tersebut.

“Kami BPD Air Selumar hari ini (Senin) mendampingi masyarakat untuk mempertanyakan kelanjutan proses laporan dugaan penggelapan dana oleh pengurus koperasi sejak tanggal 2 Desember kemarin,” kata Ketua BPD Air Selumar itu.

Dikatakannya, pihak BPD Desa Aik Selumar bersama masyarakat diminta oleh pihak kepolisian agar bisa melengkapi berkas pelaporan serta proaktif.

“Mereka menyambut kami sangat baik sekali dan masih dalam proses perlengkapan pelaporan. Mereka menunggu dan kami pun diminta proaktif. Masyarakat maupun lembaga BPD diminta untuk melengkapi berkas untuk mempercepat laporan itu,” ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa pelaporan ini atas nama Kepala Desa Air Selumar dikarenakan ada dugaan pemalsuan tanda tangan Kepala Desa Selumar. Untuk nilai yang digelapkan oleh pelaku berjumlah ratusan juta rupiah namun sebagian sudah dikembalikan saat terjadi mediasi.

“Yang melaporkan kemarin Pak Kades dengan pengurus. Adapun jumlah dana yang digelapkan sebesar Rp 636.021.595. Saat mediasi ada beberapa yang sudah dibayarkan. Ada Rp 195.000.000 yang sudah dibayarkan dari keseluruhan,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa saat dikonfirmasi wartawan membenarkan laporan tersebut. Menurut AKP Erwan, kasus ini tengah berjalan dan masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi. “Masih pemeriksaan saksi-saksi. Sementara baru empat saksi yang kita periksa,” kata AKP Erwan, Kamis (23/1/2020).

Selanjutnya, penyidik akan meminta kembali keterangan terhadap saksi lainnya yang dianggap mengetahui kejadian tersebut. “Ya nanti kita akan panggil lagi saksi yang sekiranya tahu perbuatan pelaku. Setelah saksi-saksi baru pemeriksaan terhadap pelaku,” pungkasnya.

Editor: Yudiansyah
reporter: Faizal