UGG jadi Andalan Pariwisata Belitung

by -
UGG jadi Andalan Pariwisata Belitung
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Jasagung Haryadi.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Jasagung Haryadi menyebutkan arah pengembangan pariwisata Belitung ke depan tidak lagi hanya berdasarkan Marine Based Tourism atau Wisata Bahari. Pasalnya, Belitung kini sudah diterima menjadi Unesco Global Geopark (UGG).

“Pengembangan Geologi, Biodiversity dan Cultural Diversity, nah itu lah yang kita kejar kedepan. Sehingga terdapat diversifikasi produk wisata Belitung dan orang ke Belitung tidak hanya berwisata ke laut,” kata Jasagung Haryadi kepada Belitong Ekspres, Rabu (23/12) kemarin.

Menurut Jasagung, memang andalan wisata Belitung masih di wisata bahari, namun kedepannya sudah mengarah ke pengembangan Geopark. Tentunya tidak hanya satu kabupaten Belitung, namun dengan Belitung Timur, sehingga pariwisata Pulau Belitong akan terpadu nanti.

Kata Jasagung, ketika Geopark dijadikan salah satu daya tarik wisatawan, maka wisatawan yang datang ke geosite-geosite tersebut akan semakin kualitas. 17 geosite di Pulau Belitung bakal dikunjungi oleh peneliti, riset dan education yang jangka waktu tinggal mereka menjadi lebih lama.

“Segmennya memang berbeda. Memang kedepan Pariwisata di Belitung, selain wisatawan jalan-jalan menikmati keindahan alam, dan arah kedepan pengembangan geopark tersebut,” sebut Jasagung.

Apalagi kata dia, jika UGG sudah dikukuhkan dan mendapat sertifikat, wisata Belitung bisa dipromosikan ke seluruh dunia. Lantas, wisatawan dari berbagai negara dan benua yang ada, bakal berdatangan ke Negeri Laskar Pelangi.

“Kalau tahun sebelumnya, pasaran kita hanya dikawasan Asia Tenggara, insyallah kalau UGG bulan april sudah dikukuhkan, arah kita sudah manca negara dan kita harapkan ada link dengan geopark lainnya,” jelasnya.

Ditambah lagi, Kota Tanjungpandan sudah tercatat di World Tourism Cities Federation (WTCF). Sehingga itu bisa digunakan untuk promosi nantinya, apalagi Geopark Belitung telah tercatat di Unesco dan itu bisa digunakan sebagai wadah promosi. “Tentunya, kedepan promosi akan lebih aktif dilakukan, tentang geopark kita,” sebutnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ada beberapa hal yang harus segera dilakukan yakni kesiapan-kesiapan dari 17 geosite. Artinya dengan membuka Belitung ingin menjadi destinasi pariwisata Internasional, maka geosite-geosite harus juga berstandar internasional.

“Mulai dari prasarana tidak lagi yang biasa, tapi sudah standar Unesco itu seperti apa. Misalnya toilet dan prasarana lainnya, dan juga sikap pengelolah wisata, serta juga bahasa, yang kita inginkan kedepan,” tukas Jasagung.

Selanjutnya kata Jasagung, terkait pengembangan yang perlu dilakukan lainnya misalnya Biodiversity bisa diperluas. Seperti hutan kerangas, rawa purun, sedangkan Culture juga demikian, harus ditingkatkan lagi. “Kebudayaan ini yang harus perlu ditingkatkan lagi, semua itu perlu ditingkatkan di tahun 2021 dan 2022 kedepannya,” ujarnya.

Di sisi lain, wisatawan dalam rangka berwisata atau jalan-jalan atau Meeting, Incentives, Conferencing, Exhibitions (MICE) tetap berjalan. Sebab itu sudah dikelola desa wisata, seperti Desa Terong, Seliu dan desa lainnya. “Wisatawan nanti diajak minat khusus, seperti wisatawan diajak mancing, ngeremis, ngerias terindak dan lain-lainnya,” tandasnya. (dod)