Urang Belitong Bakal Terima Award di KTT Perancis

by -

*Melalui Program UNDP dan The Equator Initiative Partnership

TANJUNGPANDAN-Saat ini dunia internasional sedang mengadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) Perubahan Iklim 2015 di Perancis. Isu perubahan iklim ini dinilai menjadi isu ke depan yang lebih penting ketimban isu teorisme. Yang menarik, pada KTT ini, ada urang Belitong yang bakal tampil sebagai pegiat lingkungan yang mendapat penghargaan bersama-sama utusan dari sejumlah negara di dunia.

Aktivis lingkungan yang juga founder (pendiri) Kelompok Peduli Lingkungan Belitung (KPLB), Budi Setiawan bakal menerima penghargaan (award) dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui United Nations Development Programme (UNDP) dan The Equator Initiative Partnership. Pemberian Equator Prize Award 2015 ini bakal dilangsungkan pada puncak KTT Perubahan iklim di Paris, Perancis 7 Desember 2015.

Budi yang ditemui Belitong Ekspres di markas, Jalan Hayati Mahim Tanjungpandan, belum lama ini menjelaskan, dirinya sedah undangan penerimaan penghargaan dari UNDP. Dan sekarang Budi bersama salah satu wanita aktivis lingkungan di Suak Goal, Ariana sudah berada di Paris, Perancis. Sayangnya, sampai berita ini diterbitkan, Budi belum bisa dikonfirmasi.

Informasi yang diperoleh Belitong Ekspres, pemberian penghargaan ini merupakan program UNDP. Dari ajang ini terpilih 1461 nominasi berasal dari 126 negara untuk diapresiasi sebanyak 21 program. Dalam kegiatan ini, KPLB Belitung juga diberi kesempatan sharing knowledge dan memberikan masukan pada kegiatan Joint Community Dialogue Workshop 26 November hingga 9 Desember mendatang. Selain KPLB, satu lagi komunitas masyarakat yang bakal menerima award program UNDP ini, yakni Komunitas Adat Muara Tae, dari Kalimantan.

Komunitas ini, kata Budi, dapat penghargaan karena dinilai berhasil mempertahankan tanah adat dari dominasi inustri yang berkembang pesat. “Orang adat ini mempertahankan tanah adatnya di tengah-tengah perkebunan sawit besar. Jadi dia mempertahankan adat dan kebudayaannya meski desakan dari pengusaha begitu kuat,’’ papar Budi sebelum berangkat ke Perancis, beberapa waktu lalu.(kin/agu)

 

“Kami sadari bahwa apresiasi ini berkat kerja dan kalaborasi yang terbangun selama ini, dengan pemerintah dan masyarakat guna membangun lingkungan yang baik. Serta, menjadikan masyarakat lokal sebagai pihak yang diuntungkan ketika pembangunan berkembang di daerahnya,” papar Budi sembari menyebut

Lebih jauh Budi memaparkan, selain Indonesia, sejumlah komunitas dan lembaga swadaya masyarakat yang menerima award datang dari Kamboja, Afghanistan, Iran, Malaysia, Papua Nugini, Brazil, Bolivia, Honduras dan Kongo serta Kenya. “Sebagai bagaian dari elemen pembangunan di Kabupaten Belitung dan Kepualauan Bangka Belitung umumnya, kami sampaikan bahwa kerja-kerja kecil KPLB kami rasakan masih jauh dari sempurna. Syukur Alhamdulillah mendapatkan apresiasi dari lembaga PBB-UNDP dan The Equator Initiative Partnership,’’ ungkapnya.(kin/agu)