Usaha Keramik Jadi Alternatif Baru

by -

MUNTOK – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Barat menyebutkan usaha kerajinan keramik dapat menjadi alternatif usaha baru yang diyakini mampu menjadi salah satu sektor unggulan masyarakat di daerah itu. “Jika ditekuni sungguh-sungguh kami yakin kerajinan keramik akan mampu menjadi usaha andalan masyarakat karena bahan baku bisa ditemukan mudah dan murah di sekitar tempat tinggal masyarakat,” kata Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Bangka Barat, Herzon, kemarin (3/12).
Ia mengatakan, bahan baku pembuatan keramik seperti kaolin, tanah liat dan mineral nonlogam lainnya cukup tersedia melimpah di daerah penghasil bijih timah tersebut. “Di seluruh Pulau Bangka banyak terdapat bahan baku tersebut, yang jadi permasalahan selama ini adalah niat dan tekad warga untuk menekuni benar-benar usaha yang dikerjakannya,” kata dia. Selain itu, kata dia, minimnya pengetahuan dalam pengolahan bahan mineral nonlogam menjadi bahan baku keramik juga menjadi kendala tersendiri belum berkembangnya usaha pembuatan keramik di daerah itu. “Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memotivasi warga yang ingin menekuni usaha pembuatan kerajinan keramik, kami bersama Disperindag Provinsi Babel dan Balai Besar Keramik Bandung menggelar pelatihan bagi sejumlah pemuda selama lima hari,” katanya.
Pelatihan yang diikuti sebanyak 25 orang tersebut diharapkan mampu menumbuhkan usaha kerajinan keramik di daerah itu. “Peluang pasar cukup besar untuk itu kami harapkan minimal setengah dari peserta bisa menjadi perajin keramik, kami yakin jika ditekuni akan berkembang dan bisa menjadi mata pencaharian, bahkan membuka lapangan pekerjaan,” kata dia. Seiring pelatihan yang dilakukan, dia berharap seluruh peserta nantinya bisa membentuk koperasi usaha bersama agar memiliki legalitas. Jika bisa membentuk koperasi, ia berjanji akan mendukung usaha yang dikembangkan, seperti penyaluran bantuan peralatan, pelatihan lanjutan dan lainnya sehingga produk yang dihasilkan semakin memiliki daya saing.
“Kami berharap para peserta pelatihan bisa terus menekuni keahlian yang sudah dimiliki dan jangan cepat puas dengan pencapaiannya saat ini,” kata dia.(ant/rb)