Usir Nelayan Pukat Cawang

by -

MUNTOK – Sekelompok nelayan Desa Belo Laut, Muntok akhir-akhir ini resah dengan aktivitas nelayan luar pulau Bangka yang beroperasi menggunakan pukat cawang (sejenis pukat harimau) di perairan Belo Laut. Meski marak terjadi, nelayan Belo Laut menyesalkan karena belum adanya upaya dari aparat terkait untuk mengusir keberadaan nelayan pukat cawang.
“Kami (nelayan) sangat menyayangkan minimnya pengawasan dari pemerintah maupun penegak hukum untuk mengusir nelayan dari luar pulau Bangka yang menggunakan pukat cawang disekitar perairan belo laut,” ujar Amang, salah satu nelayan Belo Laut kepada Radar Bangka, Minggu (9/8).
Dikatakannya, aktivitas pukat cawang berdampak pada menurunnya tangkapan nelayan asli Belo Laut. “Sekarang tangkapan kami jauh menurun dari hari-hari biasanya, terutama sekali nelayan jaring dan nelayan pancing. Karena pukat cawang ini merusak terumbu karang yang menjadi tempat berkembang biak ikan,” kata dia.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Amang mengatakan aktivitas nelayan pukat cawang perairan belo laut makin marak pada musim Timur Tenggara seperti saat ini. “Musim-musim sekarang ini (timur tenggara) lah biasanya pukat cawang sering disini (belo laut). Karena mereka (nelayan pukat cawang) tau kalau musim sekarang ini ikannya banyak disini. Kami merasa dirugikan, karena sejak zaman nenek moyang kami dulu aktivitas pukat cawang sudah dilarang karena merusak terumbu karang,” tambahnya.
Ia pun berharap permasalahan ini bisa segera diatasi, khususnya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan dan Polisi Perairan. “Kami sangat menyayangkan laut kami dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena pukat cawang memiliki tingkat kerusakan yang sangat tinggi. Kalau dibiarkan terus-terusan akan berdampak pada kerusakan biota laut yang telah kami pelihara selama ini,” tukas Amang. (ray)