Usul, Jatah BBM Mobil Kecil Juga 40 Liter

by -
Usul, Jatah BBM Mobil Kecil Juga 40 Liter
Dispenser SPBU. Foto: ISTIMEWA

Tapi Belum Direstui

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Penerapan Fuel Card atau kendali BBM subsidi dalam seminggi ini, sejak dikenalkan 2 Desember hingga saat ini, dirasa efektif dalam menertibkan antrian panjang di sejumlah SPBU di Pangkalpinang. Hal ini pun diakui oleh Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, meski evaluasi untuk kebijakan ini terus dilakukan oleh pihaknya.

“Ini terus kita evaluasi. Memang sejauh ini berjalan lancar dan masyarakat pun sudah mengurus fuelcard di Samsat dengan antusias,” jelasnya.

Ia tak menampik, jika sebagian masyaraka masih merasakan ketidakadilan dengan kebijakan ini. Namun, peran pemerintah penting untuk mengatur solar subsidi ini agar tepat sasaran.

“Dan kalau memang ada yang kurang berkenan, ya ajukan surat ke kami selama mereka bisa membuktikan bahwa BBM itu digunakan untuk peruntukannnya, ya monggo,” katanya.

Erzaldi mengungkapkan, ada satu surat yang masuk berkenaan Fuel Card ini. Isi surat tersebut mengusulkan adanya penambahan kuota untuk jenis mobil kecil, dari jatah 20 liter ke 40 liter. Namun, usulan tersebut sepertinya belum direstui dengan hitung-hitungan diduga melebihi penggunaan sesungguhnya.

“Katakanlah 1 liter itu 10 kilometer, kalau 40 liter berarti perjalanannya 400 kilometer, memang mau jalan kemana? Makanya, kita batasi 20 liter per hari, kan endak mungkin habis sehari, kan bisa dipakai besok,” sebutnya.

Ke depan, kata Erzaldi, dari pengendalian BBM subsidi ini, pihaknya optimis dapat mempermudah kebutuhan BBM subsidi bagi masyarakat lainnya yang belum terakomodir.

“Insya Allah ini akan terus kita permudahkan lagi nantinya untuk beberapa hal yang belum terakomodir, misalnya untuk petani, nelayan, SPAM dan wilayah yang belum terjangkau BBM,” imbuhnya. (jua)