Usulkan PLTU Merah Putih ke Presiden

by -

MANGGAR – Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Dinas Pertambangan dan Energi (DPE) mengusulkan kepada presiden untuk melanjutkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Merah Putih di Tanjung Batu Itam, berkapasitas 2×15 megawatt. Usulan tersebut resmi disampaikan guna mempercepat pembangunan kelistrikan di Beltim.

“Kita sudah mengusulkan kepada presiden agar pembangunan dilanjutkan kembali guna percepatan pembangunan kelistrikan Beltim. Kalau tidak salah sekitar bulan Juli 2015, sudah kita mohonkan,” ungkap Plt Kepala DPE Beltim, Harli Agusta, saat berbincang dengan harian ini, Minggu (23/8) kemarin.

Pria yang akrab disapa Kecang menjelaskan, PLTU Merah Putih sebenarnya masuk pada program 100.000 watt yang dicanangkan PLN. Namun, peralihan pemerintahan membuat program belum terlaksana sepenuhnya.

“Sempat terhenti (pembangunan PLTU Merah Putih, red). Kendalanya, peralihan pemerintahan di pusat, karena Merah Putih masuk dalam 100ribu watt yang dicanangkan PLN. Tapi kemudian dihapus menjadi 35ribu watt,” sebut Kecang.
Lanjut Kecang, PLTU Merah Putih harus diselesaikan karena proses pembangunannya sudah mulai berjalan. Salah satunya, lahan yang akan dijadikan lokasi PLTU didirikan sudah dalam tahap pembebasan.

“Jadi yang telah jalan di 100 ribu watt tetap jalan, yang baru rencana itu terpotong untuk diusulkan kembali.¬†Kelihatannya PLN wilayah tidak ada yang mengusulkan, sedangkan kondisi terakhir sudah dalam tahap pembebasan lahan,” jelas Kecang.

Kecang menyebutkan, berdasarkan data prediksi kebutuhan energi listrik untuk beberapa tahun mendatang, Beltim membutuhkan kecukupan energi sekitar 36 megawatt.

“Berdasarkan forecase (perkiraan kebutuhan daya, red) wilayah Beltim pada tahun 2021 mencapai 36 megawatt,” ujarnya.

Kecang menjelaskan, pasokan energi listrik di Beltim masih bergantung pada PLTD Pilang, PLTD Padang dan PLTBiogas PT.ANJ-SMM Jangkang.

“PLTU Mempaya ada sekitar 2 megawatt kalau pun terbangkit, PLTD Padang 9 megawatt. Beban puncak kita baru berkisar 15 megawatt. Anggap 2 megawatt tidak ada, berarti hanya ada 9 megawatt, sisanya dari Tanjungpandan (PLTD Pilang, red) dan PLTBiogas,” papar Kecang.

“Paling tidak 10 tahun kedepan harus disiapkan dengan asumsi ada Marina, hotel dan infrastruktur lain yang dibangun di Beltim,” pungkasnya mengusulkan. (feb)