Usut Pula 24 Karyawan Lain, Pasien Positif Corona di Babel Terus Nambah

by -
Usut Pula 24 Karyawan Lain, Pasien Positif Corona di Babel Terus Nambah
Boy Yandra saat memberikan keterangan pers di Posko Bersama Kabupaten Bangka, Minggu kemarin.

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (GTPPC-19 Babel) membenarkan 1 lagi pasien terkonfirmasi positif Corona. Pasien ke-20 berinisial Bsn yang berasal dari Kabupaten Merawang, Bangka itu sesuai data kasus Covid-19 di Babel ini disampaikan Ketua Sekretariat Pusdalops GTPPC-19 Babel, Mikron Antariksa, Minggu (3/5).

Dijelaskan Mikron, hal ini diketahui setelah adanya data dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang terkait hasil 31 specimen sampel Swab PCR yang dikirimkan pada 27 April 2020 dan diterima 2 Mei 2020 malam.

“Dari data tersebut sebanyak 25 specimen terdiri dari 24 hasil negatif, dan satu hasil positif, sedangkan enam lainnya dalam proses pemeriksaan,” kata Mikron kepada Babel Pos (Grup Belitong Ekspres).

Mikron menerangkan, pasien ini merupakan transmisi dari cluster Jakarta, lebih tepatnya yang bersangkutan memiliki kontak erat atau rekan kerja dengan salah satu pasien konfirmasi positif EP dari Pangkalbalamn Pangkalpinang.

“Saat ini, pasien dalam kondisi sehat dan ditangani di Wisma Karantina Covid-19 Dinkes Babel, ikut ditangani juga di wisma, teman sekamarnya di tempat bekerja,” jelas Mikron.

GTPPC-19 Babel bersama GTPPC-19 Bangka juga, beber Mikron, akan melakukan penyelidikan epidemilogi dan pengambilan swab terhadap sekitar 24 orang kontak erat dengan pasien. “Ya, ada 24 orang yang mempunyai kontak erat dengan pasien,” paparnya.

Untuk sementara ini per tanggal 3 Mei 2020, lanjut Mikron tidak ada hasil pemeriksaan Swab PCR yang masuk, baik dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta dan Klinik Dinas Kesehatan Babel, hingga pukul 13.00 WIB.

Bertambahnya satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19, jumlah sementara pasien Covid-19 di Babel sebanyak 20 orang diantaranya Bangka Barat 8 orang, Pangkalpinang 3 orang, Bangka 3 orang, Bangka Selatan 2 orang dan Belitung 4 orang, dengan jumlah perawatan 15 orang (kemarin 14), sembuh 4 orang (3 Belitung dan 1 Bangka Selatan) serta meninggal 1 orang.

“Sementara situasi Minggu, 3 Mei hingga pukul 13.00 WIB terdata OTG sebanyak 975 orang (kemarin 965) dengan proses pemantauan sebanyak 467 orang (kemarin 478), ODP sebanyak 981 orang (kemarin 981) dengan proses pemantauan sebanyak 47 (kemarin 58), PDP sebanyak 75 (kemarin 75) dengan proses pengawasan sebanyak 19 (kemarin 18),” tukas Mikron.

Di wisma karantina untuk saat ini jumlah penghuni yang terdata ada sebanyak 27 (kemarin 24) diantaranya OTG sebanyak 6 (kemarin 4), ODP sebanyak 9 (kemarin 9) dengan terkonfirmasi positif sebanyak 12 (kemarin 11).
Bagaimana kontak itu terjadi?

Juru Bicara Posko Bersama Gugus Tugas Siaga Darurat Bencana Covid-19 (Corona) Kabupaten Bangka di Posko Bersama di BPBD Bangka, Minggu (3/5), Boy Yandra menyatakan, pasien ini bekerja di perusahaan PT A yang bergerak penetasan ayam sebagai satpam dan positif setelah di-swab pertama. ”Ini kasus transmisi lokal penularan Covid 19,” katanya.

Bsn positif sedangkan enam orang yang kontak negatif. Saat ini Bsn telah dikarantina di provinsi termasuk salah satu orang rekan sekamarnya. Sebanyak 24orang karyawan akan dilakukan rapid tes pada Senin (4/5).

Dalam konferensi pers didampingi Kepala BPBD Bangka, M. Nursi, Danramil Sungailiat, Mayor Daniel, pihaknya berencana memberi gelang kepada pasien ODP dan OTG yang nantinya dalam pemantauan terintegrasi dengan aplikasi di ponsel android.

“Semua OTG akan diberikan gelang. Semoga nanti OTG ini bisa dipantau, Senin sudah pemasangan gelang. Kita sudah mendapat 300 gelang itu,” tukasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Masyarakat diminta selalu memakai masker saat berpergian, sering mencuci tangan, tidak keluar rumah kalau tidak mendesak. Selain itu, diminta untuk melakukan jaga jarak guna memutus mata rantai virus yang menjadi pandemi di jagad raya ini.

Pemerintah Kabupaten Bangka juga telah membatasi pertemuan mengundang massa, mengimbau pelaksanaan salat jumat diganti salat zuhur dan salat tarawih berjamaah di masjid diganti salat tarawih di rumah.

“Yang pasti yang positif bukan aib, tapi bagaimana kita memberi motivasi untuk meningkatkan imun. Kita harus waspada tinggi, tapi jangan cemas,” pungkasnya.

Perkembangan swab pasien lainnya juga masih menunggu hasil swab termasuk Ketua MUI Kabupaten Bangka. Kendala yang dihadapi beberapa hasil swab keluar dalam waktu 8-10 hari, terkadang bisa lebih lama.

Dengan penambahan ini jumlah kasus corona di Kabupaten Bangka perkembangan ODP mencapai 218 orang, 200 orang ODP selesai pemantauan, 19 orang PDP, 96 orang OTG, 22 pasien proses uji lab. Untuk pasien negatif 37 orang dan pasien positif sebanyak tiga orang terdiri satu pasien dari Kecamatan Pemali dan dua pasien dari Kecamatan Merawang. (jua/trh)

Editor: Yudiansyah