Vaksinasi Covid-19 Beltim Capai 36,2 Persen Sasaran

by -
Vaksinasi Covid-19 Beltim Capai 36,2 Persen Sasaran
Ilustrasi vaksinasi Covid-19.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Perkembangan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Beltim baru mencapai 36,2 persen dari total sasaran vaksinasi sebanyak 18.395 orang. Dari persentase tersebut, 19,4 persen telah menyelesaikan vaksinasi tahap kedua.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim pertanggal 18 Mei 2021, vaksinasi tahap dua untuk tenaga kesehatan mencapai 94,8 persen, pelayan publik 22,1 persen dan lansia 7,33 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Supeni mengungkapkan vaksinasi terus berjalan selama ketersediaan vaksin ada. Ia pun menjamin vaksin langsung di distribusikan ke Puskesmas guna memastikan vaksinasi seluruh sasaran penerima.

Selama ini, kata Supeni, Dinkes selalu memastikan persediaan vaksin dan segera melaporkan ke Provinsi apabila persediaan vaksin menipis atau habis. “Kita kan vaksin menunggu, begitu mau habis kita langsung lapor kesana (Provinsi),” kata Supeni, Rabu (5/19) kemarin.

 “Sekarang kan berdasarkan permintaan kita, begitu vaksin mau habis kita sudah siap-siap. Langsung diapprove Provinsi, langsung dikirim ke Bio Farma. Nanti Bio Farma akan mengirimkannya lewar rekan dia, ekspedisi dan kita jemput ke Gudang ekspedisi. Jadi begiru mau habis, kita hitung-hitungan perlu berapa ke  Bio Farma,” imbuhnya.

Supeni menyatakan, saat ini Dinkes fokus pada penyelesaian vaksinasi tahap dua bagi siapa saja yang telah mendapat vaksin tahap pertama. Selain itu, Dinkes juga mengutamakan para lansia untuk mendapat vaksin tahap pertama.

“(Vaksinasi) ini berjalan, ada yang tahap kedua. Sekarang kita masih berputar di kisaran lansia sama dosis dua untuk pelayan publik yang belum selesai,” kata Supeni.

Ia mengatakan, vaksinasi paling tinggi dilakukan Puskesmas Manggar dengan jumlah penerima vaksin diatas 100 orang perhari. Namun rata-rata vaksinasi paling sedikit sebanyak 40 orang perhari untuk seluruh Puskesmas.

“Harapannya, untuk lansia kalau belum selesai tahap dua kita kerjasamakan dengan Desa. Paling desa mengarahkan kalau mungkin nanti agak susah, desa mengumpulkan, misalnya yang jauh dari Puskesmas,” harap Supeni.

Dia menambahkan, vaksinasi tetap akan berjalan sampai semua sasaran menerima. Hanya saja, ia mengingatkan bahwa vaksinasi bukanlah satu-satunya cara memutus penyebaran Covid. “Vaksin bukan satu-satunya, tetap prokes dijalankan,” pintanya. (msi)