Vaksinasi Perdana di Belitung Sukses, Ini Kata Para Penerima Vaksin Covid-19

by -
Vaksinasi Perdana di Belitung Sukses, Ini Kata Para Penerima Vaksin Covid-19
Isyak Meirobie saat disuntik vaksin Covid-19 oleh Ketua IDI Kabupaten Belitung dr. Ikhwan Gusnadi.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten Belitung (Pemkab) sudah melakukan Kick Off Vaksinasi Covid -19, bertempat RSUD dr H Marsidi Judono, Tanjungpandan Sabtu (16/1) akhir pekan lalu.

Sebelumnya, sekitar 20 dari unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, tokoh agama diundang dalam vaksinasi ini. Namun, hanya 10 orang yang memenuhi syarat atau screening yakni pengecekan tekanan darah harus di bawah 140/90 mmHg. Sehingga ada 10 orang yang berhasil dilakukan vaksinasi pada hari itu.

Adapun 10 orang tersebut yakni kapolres BelituAKBP Ari Mujiyono, dilanjutkan Dandim Letkol Inf Mustofa Akbar, Ketua Pimpinan Agama Budha Romo Budi, Ketua BAMAG Pdt. Warono Hadi, Kasi Propam Polres Belitung IPTU Hadi Kunarso, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie.

Selanjutnya yang berhasil divaksin, Kapoliklinik Bhayangkara Polres Belitung IPTU dr. Albert, ajudan Kapolres Belitung Bripda Ichsan, Ketua PHDI Belitung Wayan Sutha, dan yang terakhir Kepala Loka POM Belitung Singgih Prabowo Adi.

Pada kegiatan vaksinasi ini, Bupati Belitung Sahani Saleh tidak menjadi pihak penerima vaksin. Sebab, pada aturan vaksinasi Covid-19 ini hanya diberikan pada orang dengan rentang usia antara 18-59 tahun. Sedangkan Usia Bupati Belitung saat ini 62 tahun. “Hari ini Belitung mulai melakukan vaksinasi Covid-19,” kata Bupati Belitung.

Menurut Bupati, pada tahap pertama vaksin Covid-19 disuntikan kepada jajaran forkopimda guna memberikan contoh kepada masyarakat. Kemudian vaksin akan disuntikan kepada tenaga kesehatan dan orang yang selama ini dalam kegiatannya sering bersentuhan dengan khalayak ramai.

“Surat edaran tentang vaksinasi memang ada jenjang ada prioritas dalam hal vaksin ini. Terutama misalnya mereka yang langsung bersentuhan dengan khayalak ramai seperti kami di Forkopimda,” jelas Bupati Belitung yang karib disapa Sanem itu.

Kata Sanem, mereka yang menerima vaksin memilki batasan usia yaitu antara 18-59 tahun, sedangkan usia 60 ke atas menunggu vaksin tahap selanjutnya.

Dia pun berharap melalui kegiatan vaksinasi Covid-19 dapat mengakhiri penyebaran wabah virus tersebut. “Semoga vaksinasi Covid-19 menjadi bahtera kehidupan baru bagi kita dari sekian lama pandemi yang telah kita lalui,” harap Sanem.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Joko Sarjono mengatakan Bupati Belitung, H. Sahani Saleh memang tidak ikut disuntik vaksin Covid-19 pada tahap pertama.

“Itu dikarenakan faktor usia. Usia Bupati Belitung saat ini sudah di atas 60 tahun jadi nanti menunggu vaksin selanjutnya setelah mendapat izin dari BPOM,” kata Joko Sarjono kepada Belitong Ekspres.

Dikatakan Joko, tahap pertama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ketentuannya memang diperuntukan bagi penerima yang berusia antara 18-59 tahun.

Sedangkan bagi calon penerima vaksin yang berusia di atas angka tersebut diminta untuk menunggu vaksin tahap selanjutnya. “Iya menunggu vaksin selanjutnya masih menunggu izinnya yang dikeluarkan BPOM,” ujarnya.

Joko menjelaskan, bagi calon penerima vaksin Covid-19 ini sebelum dilakukan penyuntikan, kondisi kesehatannya harus dalam keadaan baik seperti tekanan darah rendah, tidak demam atau memiliki gejala lainnya. “Mereka diukur tensi, terus ada 12 kuisioner pertanyaan riwayat kesehatan, kalau tensi mereka tinggi itu bisa ditunda atau nunggu,” jelasnya.

Dia melanjutkan, bagi mereka yang menerimah vaksin ini, setelah 14 hari kedepan akan menerimah vaksin lagi. “Mereka disuntik lagi, karena vaksin inikan 1 orang dapatnya 2 dosis,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Belitung, AKBP Ari Mujiono menjadi orang yang pertama berhasil disuntikan vaksin Covid-19 Sinovac oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Belitung, dr. Ikhwan Gusnadi. “Yang sakit itu ditusuk jarumnya. Gak deg-degan,” kata Kapolres AKBP Ari Mujiono.

Menurut dia, dalam vaksinasi ini tidak ada persiapan khusus, yang dibutuhkan kalau mau vaksin yaitu kondisi tubuh sehat. “Tubuhkan harus sehat, gak flu, kemudian tensinya gak terlalu tinggi, gak ada sakit. Kalau gak ada itu langsung divaksin,” imbuhnya.

Ari menyebutkan setelah dilakukan vaksinasi, dirinya merasakan tubuhnya lebih nyaman dan rileks. “Tidak ada reaksi apapun malah badan saya lebih enak,” Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiono.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie juga berhasil disuntik vaksin Covid-19 oleh ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Belitung dr. Ikhwan Gusnadi. Setelah sebelumnya orang nomor 2 di kabupaten Belitung itu, butuh 7 hingga 8 kali pengecekan tekanan darah hingga akhirnya tensi di bawah 140/90 mmHg.

“Mungkin karena tegang, punya beban moril seperti pak sekda, bahwa kami harus menjadi contoh baik buat masyarakat. Juga kami berpikir harus menjadi contoh jadi kebawa pikiran secara psikis, jadi kami harus menunggu, santai, rileks, akhirnya setelah ditensi tadi sudah normal,” kata Isyak Meirobie.

Dikatakan Wabup, vaksinasi yang dilakukan tetap harus mematuhi SOP. Kata dia, bukan ingin menolak vaksin, namun semuanya harus sesuai prosedur dan sistematis yang benar.

“Jadi kalau tidak bisa setelah di-screening itu tidak bisa dipaksakan. Kalau boleh ya sudah, ini demi kebaikan masyarakat,” jelasnya.

Isyak juga menjelaskan pengalaman saat disuntik, kata dia sama sekali tidak berasa, karena takaran vaksinnya hanya 0,5 mililiter. Sehingga proses penyuntikan hanya dalam hitungan detik saja. “Setelah menjalani vaksinasi pertama ini, kemudian 14 hari mendatang kita akan datang lagi,” katanya.

Ia mengatakan, usai vaksinasi terhadap jajaran forkopimda selesai dilaksanakan, maka tahap selanjutnya vaksinasi Covid-19 akan dilanjutkan terhadap tenaga kesehatan, TNI/Polri, petugas pelayanan publik dan peserta BPJS Kesehatan program PBI.

“Kalau kita sudah divaksin, nakes (tenaga kesehatan) semua sudah divaksin, ini akan muncul benteng-benteng baru untuk menjaga masyarakat kita. Orang-orang yang tidak divaksin karena tidak memenuhi syarat karena faktor usia dan tidak memenuhi syarat akan terlindungi oleh kita,” ucapnya.

Dia menambahkan, sebagai destinasi wisata unggulan, Belitung harus memberikan contoh. “Kalau Belitung ingin mencitrakan positif, maka harus meninggikan angka yang divaksin. Sehingga orang yang datang merasa aman karena mayoritas orang Belitung sudah divaksin,” tukas Isyak. (dod)