Veri Yadi: 5 Warisan Geologi Dunia Modal Kuat Bagi Belitong Menjadi UGGp

by -

“Hal ini menurut Menpar mengingat Belitong tidak dikarunia World Heritage ataupun warisan kelas dunia lainnya, yang menjadi bagian dari UNESCO,” ujar Veri yang kini sudah berada di Afrika Selatan.

Pernyataan Menpar bukan tanpa alasan menyatakan bahwa Belitong harus menjadi anggota UGGp. Dimana syarat pertama dan mutlak suatu kawasan menjadi UGGp adalah memiliki nilai warisan geologi skala dunia.

Adapun persyaratan lainnya adalah memiliki fasilitas pendukung di kawasan geopark yang berskala dunia. Seperti papan narasi dan panel sebagai media informasi pengunjung yang minimal memiliki dua bahasa (Indonesia & Inggris), di toilet, transportasi, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Juga harus ada manajemen dan badan pengelola secara professional, serta adanya jaringan kerjasama dengan anggota UGGp lainnya. Persyaratan lainnya adalah bahwa kawasan tersebut sudah menjadi anggota geopark nasional setempat, serta telah berjalan selama dua tahun,” jelas Veri.

Persyaratan pertama dan utama bahwa UGGp harus memiliki warisan geologi bertaraf Internasional merupakan hal mutlak. Veri menjelaskan, penilaian terhadap warisan geologi Internasional dilihat dari lima aspek.

Pertama Jenis Batuan, kedua Kandungan Mineral, ketiga Struktur Geologi, keempat Jenis dan Usia Fosil, dan kelima Morfologi Batuan (Alie, 2017). Lima aspek tersebut dapat dikaji baik secara kasat mata. Seperti kandungan mineral, arah struktur, dan jenis batuan maupun yang non-visual seperti usia, kandungan mineral mikroskopik, dan aspek geologi lainnya.

“Merujuk pada definisi tersebut, setidaknya Belitong memiliki 5 warisan geologi tingkat dunia. Antara lain, Morfologi Granite Tanjung Pandan, Mineral Timah Open Pit Nam Salu Kelapa Kampit, Batu Tektites di Garumedang Dama, Struktur Sungai Lenggang, dan Struktur Samudra Purba Siantu,” terang Veri.