Vina Apresiasi Upaya Pemkab Revitalisasi GOR Tanjungpandan

by -
Vina Apresiasi Upaya Pemkab Revitalisasi GOR Tanjungpandan
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Vina Cristyn Ferani.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan Vina Cristyn Ferani menyambut baik, sekaligus memberikan apresiasi kepada Bupati Belitung atas tanggapannya terhadap pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan sehubungan dengan rencana revitalisasi GOR Tanjungpandan.

Menurut Vina, Detail Engineering Design (DED) sudah dipersiapkan pada tahun 2020 dan akan di realisasi pada tahun 2021 baik itu mencakup perbaikan lantai, tribun/kursi, toilet dan pengecatan gedung.

“Ini bukti keseriusan Pemkab Belitung dalam mendukung atlet untuk berprestasi. GOR Tanjungpandan sejak tahun 2006 belum pernah dilakukan perbaikan dan kondisi saat ini sudah kurang layak,” katanya kepada Belitong Ekspres usai mengikuti Rapat Paripurna IX Masa Persidangan III Selasa (25/8).

Oleh sebab itu, kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten tersebut, atlet perlu didukung sarana dan prasarana yang layak untuk berlatih. Sehingga bisa menorehkan prestasi dan jadi kebanggan Belitung.

Selain itu, Vina juga mengapresiasi upaya penanggulangan banjir yang berdampak di 3 kelurahan yaitu Kelurahan Kampong Damai, Kelurahan Kampong Parit, dan Kelurahan Kota. “Persoalan banjir ini sudah bertahun-tahun belum bisa di tuntaskan. Kami berharap di pemerintahan Pak Sanem, persoalan ini bisa selesai dan masyarakat bisa hidup tenang dan tidak was-was lagi saat hujan deras turun.” tutup Vina.

Sementara itu Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, BPBD Kabupaten Belitung sedang melakukan kajian resiko bencana sesuai peraturan Kepala BNPD No 2 Tahun 2012 dan mengajukan memasang sistem peringatan dini banjir atau Disaster Warniny Sistem (DWS) ke BNPB.

Dikatakan Sanem sapaan karibnya, masalah penanganan daerah rawan banjir ini telah di koordinasikan dengan Dinas PUPR Provinsi Babel. Di mana PUPR Provinsi sudah melakukan normalisasi pada anak Sungai Siburik.

Tak hanya itu, Dinas PUPR Kabupaten Belitung juga telah melakukan penanganan drainase dengan melakukan kegiatan rutinitas berupa normalisasi saluran Siburik dan Kampung Amau.

Kata Sanem, Pemeritah Kabupaten Belitung juga sudah membebaskan lahan untuk embung, serta ruang terbuka hijau yang akan berfungsi sebagai daerah resapan air dan menampung limpahan air dari sungai Siburik. Terkait tingginya nilai ganti rugi lahan, maka pengadaan untuk embung dan ruang terbuka hijau dilakukan bertahap sejak tahun 2019 lalu. (rez)