Visit Pangkalpinang Dinilai Belum Siap

by -

PANGKALPINANG – Program Visit Pangkalpinang 2015 yang digembar-gembor oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang untuk menjadikan Pangkalpinang sebagai destinasi wisata unggulan nasional dinilai belum siap oleh masyarakat dikarenakan tidak adanya persiapan yang baik dan sedikit dipaksakan.
Hal itu terlihat saat Dinas Kebudayaan, Pariwisata,Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Rabu (11/3) kemarin menggelar dialog pariwisata dengan tema sukseskan Visit Pangkalpinang tahun 2015 melalui peran serta masyarakat dalam kemitraan. Beberapa elemen masyarakat yang hadir sempat mempersoalkan persiapan Visit Pangkalpinang yang sangat kurang.
Bahkan beberapa waktu lalu Persatuan Hotel Restaurant Indonesia (PHRI) yang sebetulnya sebagai salah satu pelaku wisata, saat disinggung mengenai Visit Pangkalpinang mengaku belum mengetahui program tersebut karena belum diajak bicara.
“Kita tidak mengetahui secara jelas apa program itu, karena kita selaku stakholder pariwisata belum diberi tahu mengenai program tersebut,” kata Sekertaris BPD PHRI Babel, Rachmad Suyanto beberapa waktu lalu.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Alizar Amir pada kesempatan itu mewakili walikota Pangkalpinang menyampaikan, kegiatan itu merupakan upaya meningkatkan sumber daya manusia, penguatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kebudayaan dan kepariwisataan di Pangkalpinang.
“Kegiatan ini bertujuan untuk terciptanya pembangunan pariwisata untuk menuju Pangkalpinang sebagai kota investasi dan berwawasan lingkungan,” terangnya.
Sementara Ketua Jurusan Kepariwisatawan Sekolah Tinggi Parawisata Bandung, Haryadi Darmawan yang hadir sebagai narasumber menjelaskan, bahwa hal utama yang perlu dibenahi adalah fasilitas tranportasi bagi wisatawan. “Transportasi adalah hal yang paling utama yang harus segera dibenahi untuk mencapai program tersebut dan ini saya bicara dalam konteks saya wisatawan,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut dihadiri lebih dari 100 orang peserta perwakilan dari stakeholder dan pemangku kepentingan di Pangkalpinang serta melibatkan semua komponen yang ada di Pangkalpinang. “Pemkot Pangkalpinang diharapkan harus mampu menyaring dan memberdayakan potensi yang ada di Ibukota Kepulauan Bangka Belitung ini,” tutupnya. (cr61)