Vonis 9 Terdakwa Kasus Sijuk Ditunda, Sidang Dilanjutkan Jumat Mendatang

by -
Vonis 9 Terdakwa Kasus Sijuk Ditunda, Sidang Dilanjutkan Jumat Mendatang
9 terdakwa tragedi Sijuk saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Selasa (2/3).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Sidang pembacaan putusan untuk 9 terdakwa kasus pengerusakan, pembakaran dan penganiayaan atau yang dikenal sebagai tragedi Sijuk ditunda, Selasa (2/3). Pasalnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan, belum selesai menyusun berkas putusan perkara tersebut.

Rencananya sidang akan kembali dilanjutkan Jumat (5/3) mendatang dengan agenda pembacaan putusan (vonis). Hakim ketua dalam sidang ini Rino Adrian Wigunadi, meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar sidang dilaksanakan pagi hari. “Sementara sidang hari ini kita tunda sampai hari Jumat. Kami minta kepada JPU untuk kembali menghadirkan para tersangka,” kata Rino sambil mengetuk palu hakim.

Usai sidang, JPU Kejari Belitung Tri Agung Santoso mengatakan, pihaknya mengikuti apa yang diminta oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan. “Sebenernya hari ini (kemarin) ke sembilan terdakwa sudah di vonis. Namun karena, hakim belum menyusun berkas putusan, maka sidang ditunda,” kata Tri Agung.

Sebelumnya, 9 terdakwa kasus penganiyaan, pengerusakan dan pembakaran saat penertiban tambang ilegal Sijuk, dituntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung dengan hukuman penjara selama tiga bulan.

Tuntutan atas kasus yang dikenal dengan tragedi Sijuk itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung Tri Agung Santoso, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Selasa (16/2).

Delapan terdakwa dari pihak penambang adalah Iskandar (40), Nurdiansyah (25), Anggara (32), Galuh (23), Martani (51), Wendri (32), Hendra (30), dan Indra (38). Dalam kasus ini mereka didakwa pasal yang berbeda.

JPU Tri Agung menjelaskan, untuk Anggara, Galuh, Martani, Hendra, Indra, Nurdiansyah dan Wendri dituntut dengan Pasal 170 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 406 ayat 1 KUHP junto 55 KUHP.

“Mereka terbukti melakukan pengerusakan yang mengakibatkan kerugian negara. Dalam hal ini melakukan pengerusakan fasilitas negara. Selain itu, untuk terdakwa Wendri dia juga terbukti melakukan penganiayaan terhadap Satpol PP. Sehingga mengalami luka-luka,” terangnya.

Sedangkan untuk terdakwa Sandi Aji (45) yang merupakan Anggota Satpol PP Provinsi Bangka Belitung, dituntut dengan Pasal 170 Ayat 1 KUHP. Sebab, jaksa menilai Sandi telah menggunakan jabatannya untuk memerintahkan Satpol PP membakar peralatan milik penambang.

“Masing-masing mereka kita tuntut tiga bulan, dipotong masa tahanan. Kesembilan terdakwa ditahan kejaksaan sejak awal Desember 2020 tahun lalu,” pungkas JPU Kejari Belitung, Tri Agung Santoso. (kin)