Wabup Ingin Ada Darji Lain yang Budidayakan Keremunting

by -
Isyak Ingin Ada Darji Lain yang Budidayakan Keremunting
Isyak Ingin Ada Darji Lain yang Budidayakan Keremunting
Buah Keremunting, (Foto: IST)

belitongekspres.co.id, SIJUK – Keremunting atau nama latinnya rhodomyrtus tomentosa adalah tanaman endemik Pulau Belitong. Hingga saat ini, keluarga Myrtaceae (suku jambu-jambuan) ini masih dianggap gulma (tumbuhan pengganggu) oleh masyarakat, apalagi persebarannya terbilang sangat cepat. Karenanya, tak mengherankan jika keremunting sering dibabat habis saat membuka lahan dan area perkebunan.

Meski dianggap gulma dengan pola sebar cepat, kelestarian dan upaya pengembangan keremunting menjadi titik awal pemikiran Darji, salah satu warga Desa Terong, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Langka pertama yang dilakukan Darji adalah menanam keremunting di pekarangan rumahnya. Pria berusia 47 tahun asal Jakarta tersebut sengaja mengambil bibit Keremunting dari hutan.

“Ini kan tanaman liar, tidak ada yang budidayakan. Jadi biar tidak punah gitu, jadi kita budidayakan untuk anak cucu kita nantinya. Minimal mereka tau bentuk dari pohon Keremunting ini,” kata Darji kepada belitongekspres.co.id, Rabu (2/10).

Ke depan, Darji ingin memperbanyak penanaman Keremunting. Menurutnya, terdapat nilai jual dari buah yang berbentuk lonjong dengan ukuran panjang 1-1,5 cm tersebut.

Apa yang dilakukan Darji ini diapresiasi Wakil Bupati Belitung Isyak meirobie, dan Dandim 0414/Belitung Letkol Inf. Indra Padang.

Isyak Ingin Ada Darji Lain yang Budidayakan Keremunting
Keremunting memiliki bunga yang indah, (Foto: IST)

Isyak mengatakan hal senada. Dirinya mengatahui, bahwasannya buah Keremunting sangat baik untuk kesehatan, di mana terdapat antioksidan yang tinggi.

Ia menceritakan bahwa Pemkab Belitung sudah pernah membuat hasil olahan buah Keremunting dalam bentuk produk. Diantaranya berupa dodol dan sirup.

“Orang luar banyak yang suka. Namun, karena bahan bakunya agak sulit jadi susah untuk mengembangkannya,” kata Isyak saat singgah di rumah Darji, Rabu (2/9).

Menurut Isyak, jika memang ada bahan bakunya, sudah ada investor yang siap menampung berapa pun yang dijual dari masyarakat.

“Ini adalah peluang buat masyarakat, jika ada yang jual (dalam jumlah banyak) bilang ke saya. Saya kenal dengan investornya. Bahkan jika tidak, saya yang beli,” ujarnya, seraya berharap ada sosok Darji yang lain yang mau melihat potensi pada buah keremunting.

Dilansir dari litbang.pertanian.go.id, daun karamunting mengandung senyawa seperti golongan flavonoid, steroid, triterpenoid, tanin galat, tanin katekat, kuinon dan unsur natrium, kalsium, kalium serta magnesium.

Oleh karena itu, daun keremunting bisa dijadikan sebagai bahan pengobatan herbal untuk luka dan penyakit diabetes. Caranya dengan mengunyah beberapa lembar daun karamunting lalu ditempelkan ke bagian luka. Di tempat lain, daun ini dapat dimanfaatkan untuk menetralkan racun.

(Faizal | belitongekspres.co.id)