Wabup Redam Polemik di SDN 7 Tanjungpandan

by -
Wabup Redam Polemik di SDN 7 Tanjungpandan

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie meminta agar polemik kesalahpahaman antara oknum guru dan kepala sekolah di SD Negeri 7 Tanjungpandan tidak diperpanjang, serta mengutamakan asas kekeluargaan juga kebersamaan.

“Persoalan guru tersebut tidak usah diperpanjang, saya hanya berpesan biasakan selesaikan masalah di dalam rumah tangganya tidak usah diumbar-umbar di luar malu urusan sepele malah diumbar-umbar di luar itu malah menampar muka sendiri,” kata Isyak kepada belitongekspres.co.id, Rabu (05/01) kemarin.

Menurut Isyak, Rabu pagi dirinya sudah berkunjung ke sekolah tersebut untuk menyelesaikan masalah ini satu level atau tahap pertama. Lantas, akan ada penyelesaian di level kedua atau selanjutnya.

“Siapapun yang berkonflik kita akan beri sanksi tegas,” ujarnya.

Selain itu, kata dia seandainya jika ada yang menyampaikan laporan keterangan palsu maka pihaknya juga akan diberikan sanksi. “Siapapun yang memimpin dengan cara dan karakter yang salah kita berikan sanksi,” tukas Wabup.

Sebelumnya dirinya juga sudah mencoba berkomunikasi dengan oknum kepala sekolah dan guru-guru yang lain terkait masalah tersebut. “Memang setiap pemimpin memiliki karakter ada yang “soft”, ada yang keras, ada yang hatinya menyimpan sesuatu, tetapi tidak bisa diungkapkan ada yang bisa mengungkapkan,” jelas Isyak.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar kepada kedua bela pihak tersebut untuk sering-sering bersilaturrahmi antara guru dan kepala sekolah. Jangan hanya silaturrahmi dilakukan ketika dalam rapat sekolah saja, namun sesekali diajak untuk jalan-jalan maupun “family trip” guna mencairkan suasana.

“Inikan tidak cair ada “gap” antara pemimpin dan yang dipimpin. Tadi saya sambung ini saya rajut. Tetapi memang belum selesai tuntas tetapi secara mayoritas dan saya minta saling memaafkan satu sama lain tapi belum ke guru yang melaporkan. Untuk guru yang melaporkan berikutnya nanti akan saya panggil,” tandasnya.

Isyak kembali mengimbau agar masing-masing pihak dapat mencairkan suasana dan melakukan komunikasi internal. Jika pun ada isu-isu mosi tidak percaya itu dihilangkan saja. Jangan diperpanjang, dan lebih baik damai.

Persoalan ini mencuat ketika salah seorang netizen memposting di laman Forum Komunikasi Masyarakat Belitung berkenaan dengan laporan yang disampaikan kepadanya. Baik itu dari wali murid maupun guru SD Negeri 7 Tanjungpandan di Jalan Pak Tahau, Air Saga, Kabupaten Belitung.

“Bahwa kepala sekolahnya sering memperlakukan bawahannya dengan kata-kata yang tidak terpuji dan tidak pantas kepada bawahannya, saya copy paste delik aduan yang disampaikan kepada saya,” tulis akun tersebut.

Ia menceritakan, ketika itu dirinya berulang tahun dan para muridnya memberikan kejutan berupa membawa kue ulang tahun ke dalam kelas. “Murid aku pada ngeliat anak aku bawa jajak ,murid langsung benyanyi ,selamat ulang tahun,” ujarnya.

Namun, langsung kepala sekolah marah-marah dan sampai menjelek-jelekkan oknum tersebut. Bahkan saat ini, sebagian guru-guru SD Negeri 7 Tanjungpandan mengajukan mutasi ke Bupati Belitung karena tidak tahan diperlakukan tidak manusiawi dari Kepsek tersebut. (dod)

Editor: yud