Wagub Babel Akan Segera Diperiksa Polisi Terkait Razia Tambang Ilegal Sijuk

by -
Wagub Babel Akan Segera Diperiksa Polisi Terkait Razia Tambang Ilegal Sijuk
Kasatreskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dalam waktu dekat Wakil Gubernur Bangka Belitung (Wagub Babel) Abdul Fatah, akan segera diperiksa Penyidik Satreskrim Polres Belitung. Pemeriksaan ini berkaitan dengan razia tambang ilegal di kawasan HL Tanjung Siantu, Sengkelik, Sijuk, yang berakhir ricuh, November 2019 tahun lalu.

Sebab pada saat kejadian, orang nomor dua di Babel ini memimpin langsung razia tersebut. Sebelumnya ada beberapa saksi yang sudah diperiksa. Mulai dari Anggota Satpol PP Provinsi Babel maupun dari masyarakat penambang.

Dalam kasus ini sudah sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka. Delapan di antaranya merupakan penambang. Mereka adalah Martani, Wendri, Anggara, Nurdiansyah, Galu, Iskandar, Hendra dan Indra. Sedangkan satu orang adalah Satpol PP Provinsi Bangka Belitung Kasi Operasi Satpol PP Provinsi Babel Sandi Aji.

Untuk penambang, Polres Belitung menjeratnya dengan Pasal 170 dan 406 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengerusakan. Sementara, Kasi Operasi Satpol PP Provinsi Babel dijerat Pasal 170 Ayat 1 Junto Pasal 55 Ayat 1 atau Pasal 406 Ayat 1 Junto Pasal 406 Ayat 1 Junto Pasal 55 Ayat 1. Yakni, tentang kekerasan terhadap orang atau barang (pembakaran).

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa membenarkan informasi tersebut. Rencananya dalam Minggu ini atau pekan depan, wagub Babel akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus penertiban tambang ilegal yang berakhir ricuh tersebut.

Dijelaskan Erwan, sebelum melakukan pemeriksaan pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Gubernur Babel Erzaldi, untuk dilakukan pemeriksaan terhadap wagub. Seharusnya, kata Erwan hari ini Abdul Fatah sudah dilakukan pemeriksaan.

“Namun karena ada kendala kedinasan sehingga beliau belum sempat datang. Rencananya, Minggu ini atau Minggu depan sudah kami periksa,” kata AKP Erwan, kepada Belitong Ekspres, Senin (23/3) kemarin.

Saat ini pihak kepolisian masih melengkapi berkas tahap satu kasus pengerusakan yang dikembalikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung. “Dan untuk yang kasus pembakaran masih menunggu tahap satu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Ali Nurudin mengatakan, alasan meminta untuk memeriksa wagub lantaran pada saat razia, dia berada di lokasi. Dan kabarnya memimpin langsung operasi tersebut.

Apalagi dia sempat membaca di media, wagub sempat diintimidasi saat melakukan razia tambang ilegal. “Biar masalahnya jelas makanya kita minta untuk diperiksa. Saya juga menegaskan, dalam kasus ini tidak ada politisasi. Kami lakukan ini untuk mencari kebenaran,” kata Ali kepada Belitong Ekspres.

Diberitakan sebelumnya, puluhan orang yang diduga para penambang di kawasan HL Tanjung Siantu Kecamatan Sijuk mengamuk memecahkan kaca-kaca mobil tim operasi Satpol PP Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (2/11) siang. Mereka tidak terima, peralatan tambang rajuk mereka dibongkar petugas Satpol PP.

Beberapa saat kemudian, massa yang diperkirakan lebih dari 50 orang, mulai menyerang personil Satpol PP yang masih kelelahan usai mengangkat peralatan tambang dari dalam mangrove. Akibatnya, puluhan petugas sempat kocar kacir berlarian di antara hutan mangrove.

Massa sempat melampiaskan kemarahannya pada Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, yang ikut serta dalam rombongan tim penertiban tambang rajuk. Dengan nada makian, Wagub sulit memberikan penjelasan kepada massa yang sudah emosi.

Petugas yang nyaris tanpa pengaman, kembali berhamburan lari ke arah hutan bakau menyelamatkan diri. Beberapa diantaranya yang tidak sempat melarikan diri, hanya bisa pasrah saat ayunan kayu menghantam tubuh mereka. (kin)

Editor: Yudiansyah