Wagub Merasa Prihatin

by -

REKONSTRUKSI kasus dugaan pembunuhan Hendi Pratama (25) tak hanya menarik masyarakat untuk ikut menontonnya.  Bahkan, Wakil Gubernur Babel, Hidayat Arsani pun ikut datang hadir menyaksikan giat rekontruksi tersebut kemarin (2/5).  Melihat tempat kejadian perkara (TKP), Wagub menanggapi bahwa niat pelaku didukung dengan kondisi hutan tersebut.
“Kejahatan itu timbulnya karena peluang untuk timbulnya sangat tinggi karena hutannya karena terlindung dari masyarakat sekitar. Coba kalau hutannya bersih tidak ada rasa takut.  Ternyata di sini sarangnya kejahatan aibon,” ujar Wagub saat dikonfirmasi wartawan kemarin.
Dia pun menegaskan bahwa proses hukum harus dilanjutkan sesuai dengan prosedurnya. Kalau pun memang terbukti bersalah, harus diberikan hukuman yang setimpal. “Minimal harus hukum yang seberat-beratnya,” imbuh dia.
Disinggung soal kebijakan menertibkan keberadaan atau penjualan lem aibon, Wagub cukup pesimis. Bahkan, katanya pun sulit untuk menggunakan peraturan daerah (perda) dalam penertiban penjualan aibon. “Lem aibon ini karena tidak bisa dipidanakan karena bukan untuk mabuk-mabuk, gak bisa disalahkan penjual aibon. Nggak bisa juga itu (kebijakan daerah), ini kan disalahgunakan mereka (pelaku ngelem, red),” kata Wagub.
Namun, untuk kedepan lagi, Wagub menegaskan bahwa akan memaksimal fungsi SKPD-nya khususnya Badan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak untuk membuat program yang lebih berguna. Koordinasi pun harus dilakukan dengan Dinas Pendidikan, lantaran mempertimbangkan kasus yang terjadi melibatkan pelajar.
“Ini adalah tugas pemerintah. Saya melalui Kepala Badan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Dan Anak, dibawa ke sini, cukup sampai disini contohnya, maka akan membuat program lebih baik lagi. Nanti akan buat dari RT, RW pertemuan segala macam sosialisasi soal aibon, karna aibon ini ya begini (disalahgunakan, red). Kalau pendidikan akan kita tinjau ulang,” pungkas Wagub.(aka)