Wajib Ikut Prokes, Loket Layanan Dukcapil Beltim Sementara Ditutup

by -
Wajib Ikut Prokes, Loket Layanan Dukcapil Beltim Sementara Ditutup
Kepala Dukcapil Kabupaten Beltim Mudiarsono.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pelayanan administrasi kependudukan pada Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Beltim untuk sementara waktu menutup loket layanan. Masyarakat yang datang diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dan melengkapi berkas dari depan pintu masuk ruang layanan.

Hal ini sudah berlaku sejak sepekan lalu, mengingat penyebaran Covid-19 di wilayah Beltim cukup mengkhawatirkan. Petugas pelayanan tetap diminta menjaga jarak, memakai masker bagi petugas dan masyarakat yang datang, pengecekan suhu tubuh serta mencuci tangan pada saat datang dan pulang.

“Di loket kami tutup, masyarakat yang datang melewati Satpam. Pengecekan berkas, kalau sudah lengkap baru dimasukkan kedalam untuk diproses. Kalau bisa ditunggu, proses kami segerakan,” ungkap Kepala Dukcapil Kabupaten Beltim, Mudiarsono, Rabu (24/2) kemarin.

Menurut Mudiarsono yang akrab disapa Yayan, pelayanan administrasi kependudukan di Beltim sebenarnya telah berubah dengan menerapkan beberapa inovasi. Hanya beberapa pelayanan tertentu yang masih dilayani di Dukcapil, selebihnya cukup datang ke desa masing-masing.

“Kami sebenarnya sudah siap mengantisipasi. Kami ada program Dukcapil Merona yakni melayani masyarakat lewat online. Masyarakat bisa menyampaikan berkas-berkas lewat WA dan ini sudah mulai berjalan dari minggu kemarin. Karena memang pelayanan tatap muka langsung sudah kami batasi. Jadi lewat WA kami utamakan,” jelasnya.

Selain itu, Dukcapil juga telah menerapkan pelayanan Selina diujicobakan tiga Kecamatan. Selina sendiri kependekan dari sistem elektronik pelayanan administrasi kependudukan. Pelayanan ini, akan mulai diberlakukan pada Maret 2021.

“Kami akan koordinasikan untuk 39 Desa, jadi masyarakat tidak perlu datang ke Dukcapil cukup ke desa. Mereka menyerahkan seluruh persyaratan dari desa, petugas kami menyampaikan ke kami dan pencetakannya tetap di desa kecuali KTP dan KIA,” kata Yayan.

Sedangkan pencetakan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran maupun Kematian dan administrasi kependudukan lainya, cukup meminta petugas Dukcapil di Desa untuk mencetak langsung.

“Ini sangat membantu masyarakat karena mereka tidak lagi perlu repot-repot datang ke Pelayanan Dinas Dukcapil. Tentunya kami berharap masyarakat benar-benar nyaman saat dilayani dan cepat,” tukasnya. (msi)