Wakil Rakyat Jarang Ngantor

by -

//BK Tak Berkutik

PANGKALPINANG – Kehadiran 45 anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kian dipertanyakan. Bahkan publik menilai para wakil rakyat tersebut jarang ada ditempat alias jarang ngantor setelah melakukan tugas kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah.
“Seluruh anggota dewan kan 45 orang, tapi yang terlihat itu-itu saja, baik yang bisa ditemui dan berbicara di media massa,” celetuk salah satu masyarakat ketika berkunjung di kantor DPRD Babel, Jumat lalu (27/2).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Babel, Yusderahman mengaku pihaknya tidak dapat berbuat banyak terkait kehadiran “ngantor” setiap anggota dewan.
“Dalam tatib (tata tertib-red) hanya enam kali tidak hadir paripurna berturut-turut baru bisa sanksi tegas. Tak ada kewenangan BK untuk masalah kehadiran dewan-red,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa kunker anggota dewan selama ini, telah disusun secara apik oleh Badan Musyawarah (Banmus) dan ia mengakui, tidak dapat membendung kunjungan yang sudah ditetapkan oleh Banmus. “Kita berangkat sesuai dengan yang dijadwalkan Banmus,” ucap Yus.
Sementara disinggung sekira 25 kali jumlah keberangkatan anggota dewan dalam empat bulan terakhir, legislator dapil Bangka Barat (Babar) itu berkilah, bahwa kunjungan yang dilakukan seluruh dewan berdampak pada masyarakat dan ada saatnya untuk disampaikan.
Ia mengatakan, laporan kunjungan dewan ke luar daerah maupun studi banding, nantinya akan disampaikan dewan dalam jangka waktu satu tahun sekali. “Tidak disampaikan kepada publik, dilaporkan per tahun, tidak mungkin tiap bulan,” tuturnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Babel Deddy Yulianto ketika ditanya menyampaikan, bahwa benar adanya kunjungan tersebut telah disepakati oleh Banmus. “Memang kadangkala ada hasil kunjungan yang tidak langsung disampaikan kepada publik. Hasil yang nanti bisa diterapkan di dewan. Tapi, untuk kunjungan kerja, saya rasa dewan lebih selektif. kalau saya pribadi, banyak kunjungan ke dalam daerah untuk mengetahui dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Tapi, kritikan ini bagus, kedepannya kita akan koreksi kinerja sendiri,” bebernya.
Ia pun mengharapkan, agar BK DPRD Babel mempunyai peran yang penting dan mampu mengambil sikap yang bijak ketika telah mendapat sorotan dari masyarakat, “Diharapkan mempunyai peran penting dan mengambil sikap, atas keluhan dari masyarakat. BK harus bertindak, memberikan saran kepada Banmus, bukan hanya mengikuti kesepakatan Banmus,” sindirnya.(iam)