Wako Hanya Berwacana

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

PANGKALPINANG – Hampir dua tahun menjabat sebagai Walikota Pangkalpinang. Muhammad Irwansyah ternyata dinilai belum mampu memberikan kontribusi yang maksimal. Hal ini ditegaskan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang Harrie Aryanto, Sabtu (4/4). Menurut dia, selama ini Irwansyah hanya memberi wacana saja dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Ibukota Provinsi Bangka Belitung.
“Banyak proyek di Pangkalpinang ini belum ada yang jalan. Gagasannya sih banyak tetapi realisasinya belum jelas,” kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini kepada wartawan. Harrie menambahkan, selama ini pihaknya mempertanyakan kemana Walikota Pangkalpinang yang selalu mengirimkan Wakilnya M Sopian untuk menghadiri kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kepentingan rakyat, di gedung wakil rakyat. “Memang kita tahu mereka ada tugas, tetapi tolonglah untuk lebih sering hadir. Berapa kali paripurna cuma Wakil Walikota yang ikut,” jelasnya.
Ia juga menyayangkan walikota yang jarang berada di Pangkalpinag. Akibatnya kurang terjalinnya sinkronisasi komunikasi. “Kita lihat Walikota jarang di tempat, sehingga susahnya untuk komunikasi,” tukasnya. Sementara, Pengamat Politik Babel, Ibrahim mengatakan, kepemimpinan walikota dimasa Muhammad Irwansyah terkesan landai dan normatif saja. Tidak ada gebrakan yang diberikan Putra Sopian Robuin terhadap Bumi Tudung Saji ini.
“Saya menilai, dari sisi rutinitas-seremonial, seorang pimpinan daerah berkewajiban untuk melakukan tugas-tugas demikian yang tidak terhindarkan. Tapi saya harus jujur mengatakan bahwa saya jauh lebih sering menyaksikan dan membaca kehadiran wakil walikota ketimbang walikota sendiri. Bahkan dalam hal ini, sepertinya wakil walikota memiliki peran yang jauh lebih signifikan,” tegasnya.
Dosen Fakultas FISIP UBB ini juga mengatakan, idealnya, seorang kepala daerah mengerjakan hal-hal yang sifatnya eksternal dan pada tataran pengambilan keputusan, sementara wakil memback-up dan fokus pada urusan internal.
“Tapi juga bukan berarti bahwa dalam hal-hal rutin dan seremonial segalanya dapat diserahkan kepada sang wakil. Saya melihat Irwansyah memberikan porsi perhatian pada hal-hal yang terlampau sederhana, misalnya isu pemilihan sekda beberapa waktu lalu yang terkesan terlampau dibesar-besarkan,” jelasnya.
Padahal menurutnya, tidak ada yang terlampau istimewa karena sekda adalah jabatan karir yang telah memiliki mekanismenya sendiri. Lanjutnya, dari sisi inovasi-kebijakan, Ibrahim melihat berjalan dua tahun kemimpinan walikota dan wakil walikota, belum terlampau terlihat terobosan yang dilakukan. “Semua berjalan biasa saja. Banyak janji politik yang terkesan terabaikan. Menjadi pertanyaan kemudian adalah bagaimana sebetulnya grand design pengembangan yang akan dilakukan oleh duet pasangan ini,” tanya Ibrahim.
Ia membeberkan, jika hanya menjalankan fungsi rutinitas dan seremonial, Pangkalpinang  tidak membutuhkan sosok yang terlampau hebat, karena katanya, nyaris siapa saja bisa melakukannya. “Masalahnya, terlampau banyak ekspektasi yang kita harapkan dari pemimpin baru ini. Atau jangan-jangan memang kita tidak perlu terlampau berharap banyak,” ujarnya.
Saat ini, tegas Ibrahim, Pangkalpinang memiliki tantangan dalam pengembangan beberapa aspek, antara lain adalah penataan kawasan pasar dan pusat perekonomian, penataan kawasan penyanggah wisata, penataan kawasan banjir, dan pengembangan kawasan-kawasan yang lambat tumbuh. Banyak pekerjaan yang seharusnya memerlukan terobosan, namun sepertinya belum terlihat.”Di tengah ekspektasi yang besar, saya harus jujur mengatakan bahwa semua masih berjalan terlampau landai dan normatif. Ledakan-ledakan kinerja yang bersifat terobosan dan menunjukkan kekuatan manajerialitas sang pemimpin belum terlampau terlihat,” tutupnya.(cr61)

Baca Juga:  Literasi Harus Mampu Menjawab Tantangan Reformasi Industri 4.0

Rate this article!
Wako Hanya Berwacana,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: