Walikota Laporkan 2 Warga ke Polisi

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

//Diduga Serobot Lahan Pemkot

PANGKALPINANG – Walikota Pangkalpinang, Muhammad Irwansyah tak memberi ampun kepada dua warganya yang dituding menyerobot aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang berupa lahan. Walikota memperkarakan kedua warganya ke Polres Pangkalpinang untuk diproses hukum.
Kedua warga yang diketahui bernama Syafriadi dan Harimulya tersebut dituduh melakukan penyerobotan lahan milik Pemkot yang berada di Kawasan Tampuk Pinang Pura Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang.
” Memang kita (Pemkot,red) telah melaporkannya secara hukum atas dugaan penyerobotan lahan yang merupakan aset milik Pemkot,” kata Wakil Walikota Pangkalpinang, M Sopian, kepada wartawan, Jumat (6/2) kemarin.
Lanjut Sopian, tindakan tersebut diambil karena lahan tersebut diambil oleh warga tersebut tanpa sepengetahuan Pemkot. Sedangkan Pemkot, katanya memiliki bukti atas pembebasan lahan tersebut.
Keduanya menurut Sopian kemungkinan telah menjual lahan tersebut menjadi kaplingan. Namun sayangnya, Wawako enggan menyebutkan jumlah lahan yang diduga diserobot kedua terlapor. “Kalau yang diserobot sekitar satu hektar saja, dari puluhan hektar aset Pemkot di lokasi tersebut,” jelasnya.
Dijelaskan Sopian, kedua warga itu membuat surat kepemilikan atas lahan. Ketidakberesan yang dilakukan kedua warga itu pun semakin terlihat dengan diterbitkan oleh pihak Kabupaten Bangka. “Mereka malah membuat surat kepemilikannya melalui Kades Kace Timur yang diketahui oleh Camat Mendobarat, Kabupaten Bangka,” paparnya.
Lebih lanjut, Sopian mengaku Pemkot dalam hal ini menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak berwenang. Menurutnya, langkah yang diambil untuk menjaga aset milik Pemerintah. “Ya kita serahkan kepada polisi, seperti apa nantinya proses hukumnya,” ungkapnya.
Namun informasi yang diperoleh wartawan, pihak Kepolisian Resort Pangkalpinang telah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada Pemkot Pangkalpinang perihal tindak lanjut permasalahan aset tersebut.
Surat yang ditandatangani langsung oleh Kapolres Pangkalpinang AKBP Nur Romdhoni menyatakan bahwa Pemkot Pangkalpinang harus menunjukan bukti kepemilikan surat tanah yang telah pembebasan oleh Pemkot. Bahkan Penyidik penyimpulkan sementara bahwa belum ada bukti awal yang cukup untuk menjerat keduanya dalam dugaan penyerobotan lahan sebelum Pemkot menyampaikan bukti pembebasan lahan tersebut, karena terlapor memiliki bukti hak atas tanah yang diolahnya. (cr61)

Baca Juga:  Meresahkan, Gara-gara Suka 'Mejeng' Buaya 2,5 Meter Dipancing Pawang

Rate this article!
Tags:
author

Author: